Mediapriangan.com - Jepang kini menghadapi tantangan serius akibat penurunan angka kelahiran dan pernikahan yang terus memburuk.
Berdasarkan riset terbaru, diperkirakan pada tahun 2720 Jepang hanya akan memiliki satu anak saja jika tren ini terus berlanjut.
Profesor Hiroshi Yoshida dari Universitas Tohoku memimpin penelitian ini dan telah memperkirakan jumlah anak tahunan sejak 2012.
Baca Juga: Pasca Tragedi Pesawat Jeju Air, Pemerintah Korea Selatan Akan Bongkar Struktur Beton di Bandara Muan
Dengan tingkat penurunan populasi anak mencapai 2,3 persen pada 2024, situasi menjadi lebih kritis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Prediksi ini memunculkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan generasi muda Jepang di masa depan.
Tingkat Kelahiran dan Pernikahan Terus Merosot
Data dari Kementerian Kesehatan Jepang menunjukkan angka kelahiran nasional berada pada level terendah sepanjang sejarah, yaitu 1,20 pada 2023. Di Tokyo, angka tersebut bahkan lebih rendah, hanya 0,99.
Masalah ini diperparah dengan penurunan angka pernikahan. Berdasarkan sensus 2020, sekitar 28 persen pria dan 17,8 persen wanita berusia 50 tahun tidak pernah menikah, jauh meningkat dari tahun 1990.
Faktor ini menjadi penyebab utama stagnasi pertumbuhan populasi di Jepang.
Upaya Pemerintah Menanggulangi Krisis Populasi
Pemerintah Jepang meluncurkan berbagai inisiatif untuk meningkatkan angka kelahiran. Salah satunya adalah pengembangan aplikasi kencan, yang berhasil membantu 25 persen pasangan muda menikah.
Baca Juga: Donald Trump Tarik Amerika Serikat Keluar dari WHO Hanya Beberapa Jam Usai Dilantik, Ini Alasannya