Jepang Terancam Hanya Miliki Satu Anak di Masa Depan, Ini Fakta di Balik Penurunan Populasi

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 25 Januari 2025 | 06:09 WIB
Ilustrasi Jepang yang sedang mengalami penurunan angka kelahiran. (freepik/tawatchai07)
Ilustrasi Jepang yang sedang mengalami penurunan angka kelahiran. (freepik/tawatchai07)

Selain itu, pemerintah juga menawarkan insentif seperti subsidi perumahan, informasi keseimbangan kerja, dan dukungan pengasuhan anak.

Bahkan, Pemerintah Metropolitan Tokyo meluncurkan aplikasi kencan resmi untuk mempermudah warganya menemukan pasangan.

Namun, para ahli menilai bahwa penurunan populasi tetap akan berlanjut meskipun angka kesuburan meningkat.

Baca Juga: Kemlu RI dan MUI Tolak Tegas Rencana Donald Trump Relokasi Warga Gaza ke Indonesia, Sebut Agenda Pengusiran Terselubung

Resesi Seks: Masalah yang Memburuk

Fenomena “resesi seks” turut memperburuk krisis kelahiran di Jepang. Survei tahun 2024 menunjukkan bahwa sekitar 60 persen pasangan menikah jarang atau hampir tidak pernah melakukan hubungan seksual.

Studi ini mengungkapkan bahwa kelelahan akibat pekerjaan, kehilangan minat pada pasangan, serta pandangan bahwa hubungan seksual mengganggu rutinitas menjadi alasan utama.

Anggaran Besar untuk Mengatasi Resesi Seks

Dalam upaya mengatasi masalah ini, pemerintah Jepang menganggarkan US$25 miliar untuk subsidi pendidikan, perawatan prenatal, dan cuti ayah.

Baca Juga: ‘Hormat ala Nazi’ oleh Elon Musk, Apakah Ini Tanda Kebangkitan Kelompok Buruh yang Pernah Dibangun oleh Adolf Hitler?

Namun, dengan populasi lansia terbesar kedua di dunia, Jepang menghadapi tantangan berat untuk membalikkan tren demografi ini.

Dukungan pemerintah harus ditingkatkan agar generasi muda tidak terus-menerus terbebani oleh dominasi populasi lansia.

Dengan angka kelahiran yang terus merosot dan fenomena sosial seperti resesi seks, masa depan Jepang menghadapi ancaman serius.

Upaya pemerintah diperlukan secara konsisten untuk mencegah hilangnya generasi muda dan menjaga keberlangsungan populasi negara.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X