Mediapriangan.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat. Setelah rentetan serangan rudal Iran menghantam sejumlah kota utama di Israel, termasuk Tel Aviv, Ramat Gan, dan Beersheba.
Serangan yang menargetkan kawasan padat penduduk serta Rumah Sakit Soroka di Beersheba itu mengakibatkan lebih dari 270 warga Israel mengalami luka-luka, memicu reaksi keras dari sekutu terdekat Israel, yakni Amerika Serikat.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat, 20 Juni 2025, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengungkapkan bahwa Iran kini memiliki seluruh komponen teknis yang diperlukan untuk membuat senjata nuklir.
"Iran telah memiliki semua kebutuhan untuk punya senjata nuklir. Tinggal menunggu arahan dari Pemimpin Tertinggi untuk, maka dalam hitungan pekan, Iran bisa memproduksi senjata tersebut," ucap Leavitt, seperti dikutip dari New York Times.
Pernyataan ini muncul tidak lama setelah pemerintahan Presiden Donald Trump kembali mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Iran, terutama menyusul eskalasi kekerasan di kawasan Timur Tengah yang kian tidak terkendali.
Trump sendiri dikabarkan telah menggelar serangkaian pertemuan tingkat tinggi guna membahas respons yang mungkin diambil. Salah satunya adalah rapat bersama Dewan Keamanan Nasional yang digelar secara tertutup.
Selain itu, menurut laporan Reuters, Trump juga mengadakan diskusi mendalam dengan para petinggi intelijen AS di Situation Room — ruangan strategis di kompleks Gedung Putih yang biasa digunakan untuk merancang operasi rahasia serta pengambilan keputusan penting terkait keamanan nasional dan internasional.
Situation Room, yang terletak di ruang bawah tanah Sayap Barat Gedung Putih, menjadi pusat komando darurat ketika krisis besar terjadi. Kini, ruangan itu kembali menjadi saksi ketegangan diplomatik dan militer yang dapat berujung pada langkah besar dari Amerika Serikat terhadap Iran.
Di tengah situasi yang terus berkembang, komunitas internasional menyoroti dengan waspada perkembangan terbaru ini. Ketidakstabilan kawasan dan potensi perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah menjadi ancaman yang tidak hanya berdampak regional, tetapi juga global.***