internasional

Bantah Tuduhan AS-Israel, Presiden Iran Pezeshkian Tegaskan Tak Pernah Ingin Miliki Senjata Nuklir, Cuma untuk Damai!

Kamis, 26 Juni 2025 | 07:44 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (kiri) dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian (kanan). (X.com/@drpezeshkian)

Mediapriangan.com - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, secara terbuka membantah tudingan bahwa negaranya tengah memproduksi senjata nuklir untuk kepentingan militer.

Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa pengembangan nuklir oleh Republik Islam Iran semata-mata untuk tujuan damai dan demi menegakkan hak kedaulatan negaranya.

Pernyataan ini disampaikan Masoud Pezeshkian setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Israel pada Selasa, 24 Juni 2025.

Baca Juga: Kemlu Kebut Pemulangan 68 WNI dari Iran, Belasan Masih Terjebak di Qatar Akibat Bandara Ditutup Mendadak

Gencatan senjata tersebut mengakhiri konflik bersenjata yang berlangsung selama 12 hari antara kedua negara.

Usai kesepakatan damai, pada Rabu, 25 Juni 2025, Pezeshkian melakukan percakapan via telepon dengan Presiden Uni Emirat Arab, Mohammed bin Zayed.

Dalam komunikasi tersebut, ia menyampaikan keresahannya terhadap tuduhan yang terus dilontarkan oleh Israel dan Amerika Serikat mengenai program nuklir Iran.

Baca Juga: WNI Ungkap Momen Mencekam di Teheran Saat Perang Iran-Israel, Setiap Malam Ada Serangan, Komunikasi Terputus!

"Kami berharap Anda menjelaskan kepada mereka, dalam hubungan Anda dengan Amerika Serikat, bahwa Republik Islam Iran hanya ingin menegaskan hak-haknya yang sah," kata Pezeshkian kepada bin Zayed, sebagaimana dikutip dari Times of Israel.

Ia pun dengan tegas membantah bahwa Iran tengah berupaya menciptakan senjata pemusnah massal.

"Kami tidak pernah berusaha memperoleh senjata nuklir dan tidak menginginkannya," tegas Pezeshkian.

Baca Juga: Iran Pastikan Tak Ada Radiasi Usai Fasilitas Nuklir Diserang AS, Warga Diminta Tenang dan Tetap Beraktivitas

Meski menghadapi tekanan internasional, Presiden Iran itu menegaskan bahwa pihaknya tetap terbuka untuk berdialog.

Ia menyatakan bahwa Iran siap untuk merundingkan segala hal melalui jalur diplomasi internasional.

Halaman:

Tags

Terkini