Kemuadian karena ercepatan pembangunan permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, hingga pemungutan suara Knesset yang menyerukan aneksasi wilayah Tepi Barat.
"Alasan lainnya adalah ancaman terorisme Hamas yang meluas terhadap Israel, percepatan pembangunan pemukiman di sepanjang Tepi Barat dan Yerusalem Timur, serta pemungutan suara Knesset yang menyerukan aneksasi Tepi Barat," jelasnya.
Tegas Soal Hamas dan Dukungan untuk Pemilu Palestina
Carney juga menyatakan keprihatinan terhadap kebijakan pemerintah Israel yang dianggap membiarkan penderitaan warga Gaza berlangsung tanpa intervensi.
"Kanada mengutuk fakta bahwa pemerintah Israel membiarkan bencana terjadi di Gaza," ungkapnya.
Namun, dukungan Kanada terhadap Palestina tidak berarti tanpa syarat. Seperti halnya Inggris, Kanada menolak keterlibatan Hamas dalam struktur pemerintahan Palestina di masa depan.
Carney menekankan pentingnya demiliterisasi dan menghormati komitmen Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, yang berencana menyelenggarakan pemilu pada 2026.
"Yang mana Hamas tidak dapat mengambil peran, dan harus mengambil langkah demiliterisasi negara Palestina," tandas Carney.***