Rabi tersebut juga menyampaikan bahwa dirinya meragukan klaim adanya warga sipil di Gaza yang tidak terlibat dalam konflik.
Menurutnya, semua rekaman video yang ia lihat menunjukkan keterlibatan warga sipil.
"Semua gambar yang saya lihat adalah 'warga sipil yang tidak terlibat', bukan anggota Hamas,” cetusnya.
Pidato ini kemudian diakhiri dengan pernyataan yang menggambarkan penderitaan para sandera Israel secara emosional, sekaligus menegaskan sikap kerasnya terhadap Gaza.
"Kalau ingin bicara tentang kelaparan, bicaralah tentang para sandera dan keluarga mereka yang akan terus hidup dalam kelaparan emosional karena kehilangan anak-anak mereka," tegasnya.
Ungkapan keras Shaulov ini pun memicu gelombang kecaman dari masyarakat internasional, organisasi HAM, dan tokoh-tokoh lintas agama yang menilai pernyataan tersebut telah melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan.***