Rabi tersebut juga menyampaikan bahwa dirinya meragukan klaim adanya warga sipil di Gaza yang tidak terlibat dalam konflik.
Menurutnya, semua rekaman video yang ia lihat menunjukkan keterlibatan warga sipil.
"Semua gambar yang saya lihat adalah 'warga sipil yang tidak terlibat', bukan anggota Hamas,” cetusnya.
Pidato ini kemudian diakhiri dengan pernyataan yang menggambarkan penderitaan para sandera Israel secara emosional, sekaligus menegaskan sikap kerasnya terhadap Gaza.
"Kalau ingin bicara tentang kelaparan, bicaralah tentang para sandera dan keluarga mereka yang akan terus hidup dalam kelaparan emosional karena kehilangan anak-anak mereka," tegasnya.
Ungkapan keras Shaulov ini pun memicu gelombang kecaman dari masyarakat internasional, organisasi HAM, dan tokoh-tokoh lintas agama yang menilai pernyataan tersebut telah melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan.***
Artikel Terkait
Menlu Sugiono Kritik Negara G7 yang Bela Israel, Sebut Sikap Itu Bisa Picu Perang Besar dan Perburuk Konflik Timur Tengah
SBY Peringatkan Dunia di Ambang Malapetaka jika Perang Iran dan Israel Tak Terkendali, Sebut 5 Tokoh Kunci
Iran Luncurkan Rudal Sejjil Langsung ke Israel, Pertama Kali Dipakai Setelah Lama Disimpan di Fasilitas Militer
Trump Kumpulkan Dewan Keamanan, AS Tuding Iran Bisa Produksi Bom Nuklir dalam Beberapa Pekan Usai Serang Israel
Rusia Ancam AS dan Israel soal Khamenei, Peringatkan Pembunuhan Akan Picu Kekacauan Seperti Buka ‘Kotak Pandora’
TNI Ungkap 126 WNI Terjebak di Iran dan Israel Siap Dievakuasi, Evakuasi Hanya Bisa Lewat Jalur Darat
Israel Ancam Terus Gempur Iran di PBB, Tak Akan Henti Sebelum Ancaman Nuklir Dilucuti, Dunia Cemas Perang Meluas
97 WNI Berhasil Dievakuasi dari Iran, Menlu Sugiono Pastikan Proses Aman Meski Konflik dengan Israel Makin Panas
WNI Ungkap Momen Mencekam di Teheran Saat Perang Iran-Israel, Setiap Malam Ada Serangan, Komunikasi Terputus!
Bantah Tuduhan AS-Israel, Presiden Iran Pezeshkian Tegaskan Tak Pernah Ingin Miliki Senjata Nuklir, Cuma untuk Damai!