internasional

Tarif Impor 39 Persen Trump Bikin Swiss Stop Kirim Emas ke AS, Industri Logam Mulia Dunia Kena Imbas

Kamis, 14 Agustus 2025 | 05:23 WIB
Ilustrasi sektor produksi emas batangan dalam industri logam mulia global. (Unsplash.com/ScottdaleMint)

 

Mediapriangan.com - Kebijakan tarif impor baru Amerika Serikat memicu guncangan di pasar emas global. Presiden Donald Trump menetapkan tarif sebesar 39 persen untuk emas batangan impor, yang berlaku untuk ukuran populer seperti 1 kilogram dan 100 troy ounce.

Aturan ini tercantum di situs Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) dan tidak memberikan pembebasan tarif untuk negara tertentu, termasuk Swiss, pemasok utama emas batangan ke pasar Amerika.

Akibatnya, sejumlah produsen emas di Swiss langsung menghentikan pengiriman mereka. Presiden Asosiasi Produsen dan Pedagang Logam Mulia Swiss (ASFCMP), Christoph Wild, menilai kebijakan ini sebagai pukulan telak.

Baca Juga: Memanas! Thailand dan Kamboja Bertemu di Malaysia Bahas Gencatan Senjata, China dan Trump Turut Terlibat

"Dengan tarif 39 persen, ekspor emas batangan ke AS pasti akan berhenti," tegas Wild, dikutip Reuters, Minggu, 10 Agustus 2025.

Reaksi serupa datang dari pelaku industri di luar Swiss. Seorang manajer senior kilang emas besar mengonfirmasi bahwa perusahaannya langsung menghentikan distribusi, sementara pelaku logistik menyebut pengiriman dari negara lain juga ikut terhenti.

Meski demikian, Gedung Putih disebut sedang menyiapkan perintah eksekutif untuk memperjelas aturan ini. Sejumlah analis berspekulasi bahwa tarif tinggi tersebut mungkin disebabkan kesalahan administrasi.

Baca Juga: Disentil Donald Trump, Thailand dan Kamboja Kompak Akhiri Konflik Bersenjata Demi Lanjutkan Dagang dengan AS

Analis independen Ross Norman menilai kebijakan ini berisiko mengganggu aliran perdagangan emas global. “Kemungkinan besar, mengenakan tarif 39 persen pada kilobar Swiss sama saja dengan menuangkan pasir ke dalam mesin yang sudah bekerja baik,” ujarnya.

Sementara itu, analis StoneX, Rhona O’Connell, menilai pasar emas berjangka AS masih aman untuk saat ini berkat stok besar di gudang Comex, yang meningkat sejak lonjakan pengiriman beberapa bulan lalu.

"Persediaan COMEX saat ini mencapai 86 persen dari open interest... Jadi, tidak ada masalah likuiditas untuk sekarang," kata Rhona.

Baca Juga: Kelakar Donald Trump Soal Macron Akui Palestina, 'Dia Orang Baik, Tapi Tak Akan Berpengaruh Apa Pun di Timur Tengah'

Industri logam mulia kini menanti kejelasan dari rencana perintah eksekutif Gedung Putih, yang diharapkan mampu meredam gejolak pasar dan mengembalikan kelancaran arus perdagangan emas batangan dunia.***

Tags

Terkini