Insiden ini terjadi hanya selang beberapa jam setelah pengumuman perpanjangan gencatan senjata di kawasan tersebut, yang justru memicu kekhawatiran baru akan stabilitas keamanan.
Reaksi Keras Amerika Serikat
Di sisi lain, Washington memberikan respons yang sangat kontras. Pihak Gedung Putih menolak narasi penegakan hukum yang disampaikan Iran dan justru melabeli tindakan tersebut sebagai aksi kriminal di laut.
Baca Juga: Sebelum Gugur, Pidato Terakhir Ali Khamenei Ini Kembali Viral Saat Serangan Israel Meletus
Juru bicara Karoline Leavitt menyebut tindakan Militer Iran yang menggunakan tembakan dan granat dari kapal cepat sebagai tindakan perompakan.
Meski demikian, AS menilai insiden ini tidak secara langsung merusak kesepakatan gencatan senjata karena kapal yang terlibat bukan milik Amerika Serikat.
“Ini bukan kapal AS atau Israel, melainkan kapal internasional,” ujar juru bicara Karoline Leavitt dikutip dari laporan media internasional.
Baca Juga: Evan Haydar Cemas Perang Israel Iran Meluas, WNI di Jerman Serius Pertimbangkan Pulang ke Indonesia
Leavitt secara tegas mengategorikan manuver tersebut sebagai upaya perampokan paksa di tengah laut.
Perdebatan publik kini mencuat mengenai apakah penggerudukan di Selat Hormuz ini merupakan murni tindakan tegas atas aturan maritim ataukah bentuk propaganda balasan setelah sebelumnya militer AS mengambil alih kapal berbendera Iran di wilayah yang sama.
Hingga kini, status dua kapal kargo MSC tersebut masih dalam penguasaan pihak Iran, sementara komunitas maritim internasional terus memantau risiko gangguan distribusi barang yang melintasi jalur tersebut.***