internasional

Siti Hasmah Wafat di Usia 100 Tahun, Rekam Jejak Dokter Wanita yang Mendampingi Mahathir Mohamad

Selasa, 29 September 2026 | 11:39 WIB
Siti Hasmah wafat di usia 100 tahun. Sosok dokter wanita ini meninggalkan rekam jejak panjang dalam kesehatan masyarakat Malaysia. (Instagram.com/@undercover.id)

Pada 1965, Siti Hasmah menjadi perempuan pertama yang ditunjuk sebagai petugas medis di Departemen Kesehatan Ibu dan Anak. Sembilan tahun kemudian, ia kembali mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang ditunjuk menjadi State Maternal and Child Health Officer di Kedah.

Perhatiannya terhadap kesehatan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui layanan medis. Siti Hasmah juga aktif dalam berbagai program yang berkaitan dengan kesehatan ibu, keluarga berencana, pemberantasan penyalahgunaan narkoba, pendidikan orang dewasa, serta kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Warso Farm Bogor Tawarkan Destinasi Wisata Edukasi, Kebun Durian Luas dan Belasan Varietas Jadi Daya Tariknya

Salah satu catatan yang kerap dikaitkan dengan kiprahnya di Kedah adalah penurunan angka kematian bayi. Data yang dikutip sejumlah sumber mencatat angka tersebut turun dari 75 kematian per 1.000 kelahiran menjadi 6 kematian per 1.000 kelahiran selama periode terkait.

Perjalanan profesional Siti Hasmah berjalan beriringan dengan kehidupan keluarganya bersama Mahathir Mohamad. Keduanya bertemu ketika sama-sama menempuh pendidikan kedokteran di Singapura dan menikah pada 1956. Mereka kemudian dikaruniai tujuh anak.

Mahathir sendiri menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia dalam dua periode, yakni 1981 hingga 2003 dan 2018 hingga 2020. Selama periode tersebut, Siti Hasmah menjalankan berbagai kegiatan sosial dan kesehatan yang memperkuat kiprahnya di ruang publik Malaysia.

Baca Juga: 2 Napi Koruptor PT Timah Ditemukan di Rumah Mewah Lapas Cibinong, Identitasnya Diungkap Dirjenpas

Kisah kehidupan Siti Hasmah juga dituangkan dalam memoarnya yang terbit pada 2016 dengan judul My Name is Hasmah. Buku tersebut memuat perjalanan masa kecil, pendidikan, karier kedokteran, kehidupan keluarga, hingga pengalamannya mendampingi Mahathir dalam berbagai perjalanan.

Dalam memoar tersebut, Siti Hasmah menggambarkan Mahathir sebagai sosok yang ia kagumi dan disebutnya sebagai pahlawan yang mendukung perjalanan pendidikannya.

Pernikahan keduanya genap berusia 70 tahun pada Agustus 2026, hanya beberapa pekan sebelum Siti Hasmah meninggal dunia.

Baca Juga: PKH dan BPNT Tahap 4 Segera Cair, Cek Nominal dan Cara Daftar Bansos Oktober-Desember 2026

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan penghormatan atas sosok Siti Hasmah setelah kabar wafatnya. Ia menyebut kontribusi Siti Hasmah kepada masyarakat dan negara akan tetap dikenang.

"Sosok yang lembut tutur katanya, tetapi teguh dan kuat jiwanya, serta selalu menyayangi orang di sekelilingnya dengan kasih seorang ibu," ungkap Anwar. "Hari ini, negara kehilangan sosok yang dekat di hati rakyat," tambahnya.

Pada hari pemakaman, Mahathir Mohamad bersama keluarga hadir mengantarkan Siti Hasmah ke tempat peristirahatan terakhirnya di Pusara Negara, Putrajaya.

Prosesi tersebut sekaligus menjadi penghormatan terakhir bagi sosok yang selama puluhan tahun dikenal sebagai dokter, penggiat kesehatan masyarakat, dan pendamping Mahathir Mohamad.***

Halaman:

Tags

Terkini