Kemudian, pada tahun 1908, Baden Powell menerbitkan buku 'Scouting for Boys' dan mengadopsi nama 'The Boy Scouts' sebagai nama gerakan Pramuka.
Satuan Pramuka semakin berkembang untuk anak perempuan. Pada tahun 1910, Baden Powell memulai Girl Guides di bawah kepemimpinan adik perempuannya bernama Agnes.
Selanjutnya, berdirilah organisasi kepanduan putri bernama Girl Guides. Organisasi tersebut dengan bantuan adik perempuan dan diteruskan oleh istri Baden Powell dengan buku panduan Handbook Girl Guidess.
Kemudian tahun 1918 Baden powell membentuk Rover Scout (Pramuka usia Penengak) untuk menampung mereka yang sudah lewat usia 17 tahun tetapi masih sering giat di bidang kepanduan.
Tahun 1920, Konferensi Kepanduan Dunia pertama berlangsung sekaligus Jambore Kepanduan Dunia pertama di London, Inggris, dengan dihadiri 33 Organisasi Kepanduan Nasional.
Seiring berjalannya waktu, satuan Kepramukaan negara-negara berkembang secara bertahap menjadi Program Kepemudaan, yang dirancang oleh para pemimpin Pramuka setempat.
Hal tersebut, untuk memenuhi kebutuhan komunitas mereka dengan lebih baik. Bahkan Pramuka semakin terlibat dengan masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan di komunitas dan negara mereka.
Selanjutnya pada tahun 1947, Organisasi Gerakan Pramuka Sedunia diberikan Status Konsultatif Umum kepada Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (UNESCO).
Hingga saat ini, pada tanggal 22 Februari diperingati sebagai Hari Kepanduan Sedunia setiap tahunnya karena tanggal itu bersamaan dengan tanggal lahir Bapak Pramuka Dunia Baden Powell.***