Florence Nightingale memberikan perawatan yang luar biasa kepada tentara yang terluka, dan inovasinya seperti praktik cuci tangan yang ketat membantu mengurangi tingkat kematian yang signifikan.
Ia juga dikenal dengan julukan "The Lady With the Lamp" atau "Wanita dengan Lampu" karena saat malam, ia memeriksa luka para tentara dengan membawa lampu.
Pengalaman dan kontribusinya di medan perang mendorongnya untuk melakukan reformasi dalam perawatan kesehatan dan pendidikan keperawatan.
Pada tahun 1860, Florence Nightingale mendirikan Sekolah Perawat Nightingale di Rumah Sakit St. Thomas di London.
Keberhasilan sekolah ini menginspirasi pendirian sekolah-sekolah pelatihan perawat di seluruh dunia.
Hingga kini, Florence Nightingale diakui sebagai tokoh yang sangat berjasa dalam perkembangan keperawatan modern.
Beberapa negara, seperti Australia, Kanada, dan Amerika Serikat, merayakan Hari Perawat Internasional selama satu minggu dengan kegiatan yang beragam.
Peringatan ini dikenal juga sebagai Pekan Perawat Internasional, di mana perawat diberikan penghargaan dan acara khusus diselenggarakan untuk menghormati kontribusi mereka.
Dengan memperingati Hari Perawat Internasional, kita mengakui dedikasi perawat dalam memberikan asuhan kesehatan yang berkualitas dan mendorong upaya bersama dalam meningkatkan sistem kesehatan global.***