Namun hal itu pula menjadi pemicu kekhawatiran tentang urbanisasi berkelanjutan serta manajemen perubahan iklim.
Karena perubahan demografi merupakan hal yang sangat memengaruhi kehidupan dan kesejahteraan para keluarga di dunia.
Perubahan demografi di dunia dapat dilihat dari pola fertilitas dan mortalitas.
Menurunnya, tingkat fertilitas menghasilkan keluarga kecil yang dapat berfokus dalam kesehatan dan pendidikan anak-anak.
Dengan menurunnya fertilitas dapat membantu pengentasan kemiskinan dan pembangunan yang lebih baik.
Namun sebaliknya, dengan menurunnya tingkat fertilitas dapat merusak tenaga kerja dan struktur sosial yang ada.
Sehingga dapat memunculkan berbagai masalah, seperti timpangnya jaminan sosial hingga hilangnya kesetaraan gender.
Maka dari itu, tema Hari Keluarga Internasional 2023 ini sebagai antisipasi dan menjadi media pengetahuan untuk para keluarga.
Pengetahuan tentang isu penuaan dan solidaritas antar generasi, memfasilitasi analisis dampak terhadap kehidupan keluarga, dan rekomendasi kebijakan responsif yang berorientasi pada keluarga.***