Apa bedanya Hari Guru Sedunia dengan Hari Guru Nasional? Begini Penjelasannya

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 4 Oktober 2022 | 23:47 WIB
Hari Guru Sedunia dan Hari Guru Nasional sama-sama bertujuan untuk merayakan peran guru dalam mengembangkan pendidikan. (Tangkapan layar Instagram.com/@vacareerview)
Hari Guru Sedunia dan Hari Guru Nasional sama-sama bertujuan untuk merayakan peran guru dalam mengembangkan pendidikan. (Tangkapan layar Instagram.com/@vacareerview)

Mediapriangan.com - Hari Guru Sedunia atau World Teachers Day diperingati pada tanggal 5 Oktober 2022. Dimulai oleh PBB sejak tahun 1994.

Hari Guru Sedunia dicanangkan oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan (UNESCO) pada tahun 1994.

Awal mulanya, pada tanggal 5 Oktober 1966 dilakukan penandatanganan Rekomendasi ILO tentang pedoman dan kriteria penting yang mencakup hak, kondisi guru.

Baca Juga: Hari Guru Sedunia 2022, Mengingatkan Peran Guru Tetap Sentral Bagi Peserta Didik

Hari Guru Sedunia untuk merayakan peran guru yang mengubah pendidikan dan untuk merefleksikan dukungan yang guru butuhkan. Dikutip mediapriangan.com dari unesco.org.

"Hari ini, pada Hari Guru Sedunia, kami merayakan peran penting guru dalam mengubah potensi peserta didik dengan memastikan mereka memiliki alat yang mereka butuhkan untuk bertanggung jawab atas diri sendiri, untuk orang lain, dan untuk bumi ini," kata Audrey Azoulay, Direktur Jenderal UNESCO untuk peringatan Hari Guru Sedunia 2022 yang dikutip mediapriangan.com dari unesco.org.

Baca Juga: Peringatan HUT TNI ke 77, Para Petinggi TNI Ziarahi Makam Tokoh Nasional

Perayaan Hari Guru Sedunia UNESCO dan organisasi penyelenggara memilih tema untuk tahun 2022 yaitu 'Transformasi pendidikan dimulai dari guru'.

Tema tersebut sejalan dengan komitmen dan konsensus yang dibuat pada Transforming Education Summit yang diadakan pada bulan September.

UNESCO menyebut saat ini transformasi pendidikan membutuhkan lebih banyak guru.

Baca Juga: Upacara Peringatan HUT TNI ke-77, 8 Pesawat F-16 Akan Lukis Langit Istana Negara

Misalnya, di Afrika sub-Sahara membutuhkan 15 juta guru untuk mencapai SDG 4 pada tahun 2030.

Hal ini bukan hanya masalah kuantitas, guru yang berkualitas adalah kunci untuk pendidikan yang berkualitas.

Transformasi pendidikan dimulai dengan perbaikan kondisi kerja guru.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Sumber: Unesco.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X