Mediapriangan.com - Presiden Prabowo Subianto baru saja menutup sesi pembekalan untuk anggota Kabinet Merah Putih di Akademi Militer Magelang, yang berlangsung dari 24 hingga 27 Oktober 2024.
Pembekalan anggota Kabinet Merah Putih ini diadakan untuk memperkuat koordinasi dalam menghadapi periode pemerintahan 2024-2029 bersama Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.
Kabinet Merah Putih Prabowo mengalami perubahan besar dengan penambahan 14 kementerian baru, membawa total menjadi 48 kementerian. Struktur kabinet ini jauh lebih besar dibandingkan era Presiden Joko Widodo.
Tanggapan warganet terhadap “kabinet gemuk” ini pun bermunculan, dengan beberapa di antaranya skeptis akan efektivitasnya.
Namun, bertambahnya jumlah kementerian juga membawa tantangan. Beberapa menteri masih kebingungan mengenai kantor dan sumber daya yang akan mereka gunakan dalam menjalankan tugas baru mereka.
Kesulitan AHY Mendapatkan Kantor Menko
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), adalah salah satu menteri yang sempat kesulitan menjelaskan lokasi kantornya saat ditanya media.
Namun, akhirnya ia mengungkapkan bahwa kantor sementara akan berada di bekas Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Gedung Terbatas, Berbagi Kantor Jadi Solusi
Keterbatasan gedung yang tersedia juga mengakibatkan beberapa menteri harus berbagi kantor.
Menko PMK Muhaimin Iskandar dan Pratikno, misalnya, telah disiapkan untuk berbagi ruang di gedung PMK.
Artikel Terkait
Akibat Kelamaan di Jalan, Kartu E-Toll Kedaluwarsa, Pro-Kontra Kebijakan di Tengah Keluhan Warganet
79 WNI Berhasil Dievakuasi dari Lebanon, Begini Situasi Terkini di Beirut Usai Serangan Udara Israel
Veronica Tan Bahas Tantangan Ibu dan Anak Usai Diundang Prabowo Jadi Calon Menteri, Disebut Saat Debat Pilpres 2024
Raffi Ahmad Diusulkan Jadi Calon Wakil Menteri Seni dan Kreatif, Prabowo Janjikan Dana Abadi bagi Seniman Indonesia