"Data yang dilampirkan tidak cukup meyakinkan hingga saya memilih untuk tidak mempublikasikan apapun terkait isu ini," ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala CISSReC, Pratama Persadha, menegaskan bahwa layanan operasional BRI tetap berjalan normal, tidak seperti kasus Bank Syariah Indonesia (BSI) beberapa waktu lalu.
"Sampel data yang diberikan kelompok Bashe bahkan identik dengan unggahan lama di Scribd tahun 2020. Ini jelas bukan data baru hasil serangan," tambahnya.
Respons Menkomdigi dan Imbauan Masyarakat
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa tidak ada indikasi serangan siber terhadap sektor perbankan setelah berkoordinasi dengan BSSN.
"Kami sudah pastikan bahwa tidak ada peretasan maupun kebocoran data di BRI," ujar Meutya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa sumber yang kredibel.
Kontroversi Lain yang Menyertai Mr Bert
Selain isu ransomware, Mr Bert juga kerap menjadi sorotan publik terkait klaim soal modus penipuan QRIS dan dugaan kebocoran data INAFIS.
QRIS dan Website Palsu
Dalam sebuah siniar, Mr Bert mendemonstrasikan cara kerja penipuan QRIS. Namun, Komdigi membantah klaim tersebut dengan menegaskan bahwa QRIS asli hanya dapat dipindai oleh aplikasi resmi.
Artikel Terkait
Hacker Bjorka Ancam Bobol Data MyPertamina, Di Tengah Maraknya Demo Menolak Kenaikan Harga BBM
Hacker Bjorka Klaim Telah Bobol Dokumen Rahasia Presiden RI, Ini Daftar yang Bocor
Polisi Buru Hacker Bjorka, Pantau Layar-layar Program Canggih di Markas Kepolisian. Layaknya di Film-film
Cara Mudah Menampilkan Hacker Background di Laptop, Bergaya Polisi Melawan Bjorka. Lagi Viral di TikTok
Serangan Ransomware ke BRI Dikonfirmasi Hoaks, Netizen Kritik Respons Berlebihan dari Influencer IT Mr Bert
3 Kontroversi Mr Bert Terkait Tuduhan Sistem Keamanan Lemah di Perbankan, Tepisannya dari Pakar IT hingga Menkomdigi