Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah lama mengabdi di Kemendiktisaintek,
Neni mengaku bahwa ini adalah pengalaman pertama yang begitu pahit selama kariernya.
"Saya sudah lama menjadi PNS. Baru kali ini saya diperlakukan seperti ini," ucapnya.
Harapan untuk Masa Depan
Melalui aksi Senin Hitam ini, Neni dan rekan-rekannya berharap agar kejadian serupa tidak lagi terulang di masa depan.
Mereka mendesak adanya perubahan yang signifikan dalam lingkungan kerja, termasuk menghormati hak dan martabat pegawai.
Aksi ini tidak hanya menjadi bentuk solidaritas, tetapi juga simbol perjuangan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil, aman, dan manusiawi di Kemendiktisaintek.
"Kami ingin keadilan ditegakkan, agar tidak ada lagi pegawai yang diperlakukan semena-mena seperti ini," pungkas Neni.***
Artikel Terkait
Istana Kepresidenan Sebut Usulan DPD Soal Zakat untuk Danai Program Makan Bergizi Gratis Tidak Tepat, Memalukan!
Pro-Kontra Pembelajaran Selama Ramadan, Skema Baru Pemerintah Prabowo serta Sejarah Panjang Libur Puasa di Indonesia
Muhammadiyah Setuju Libur Sekolah Selama Ramadan, Momentum Perkuat Akhlak dan Pendidikan Karakter Siswa
Tidak Libur! Konsep Pembelajaran Selama Ramadan Segera Diumumkan, Surat Edaran Rampung dalam Waktu Dekat
Surat Edaran Pembelajaran Ramadan 2025 Segera Resmi Diumumkan, Tidak Ada Libur Sekolah Sebulan Penuh
BTN Akuisisi Bank Victoria Syariah: Langkah Strategis Menuju Bank Umum Syariah Baru yang Kompetitif