Kenapa Tabung Gas Elpiji 3 Kg Berwarna Hijau? Ini Sejarah, Makna, dan Alasannya yang Jarang Diketahui Orang!

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 14 Februari 2025 | 14:38 WIB
Tabung gas Elpiji 3 Kg di Indonesia berwarna hijau sejak pertama kali diluncurkan sebagai penanda subsidi pemerintah bagi masyarakat.   (Instagram.com/nursamani41)
Tabung gas Elpiji 3 Kg di Indonesia berwarna hijau sejak pertama kali diluncurkan sebagai penanda subsidi pemerintah bagi masyarakat. (Instagram.com/nursamani41)

Baca Juga: Bandara Makassar Geger! Emas 4 Gram Raib dari Koper Penumpang, 4 Porter Kena Gas Polisi—Kejadian Serupa Banyak?

Ia pun mulai meneliti lebih lanjut sifat-sifat bensin dan berhasil memisahkan fraksi gas dari fraksi cair, yang mengarah pada penemuan propana.

Pada tahun 1912, Snelling memasang instalasi propana domestik pertamanya, dan setahun kemudian, ia mematenkan produksi propana dalam skala industri.

Hak paten tersebut kemudian dibeli oleh Frank Phillips, pendiri perusahaan minyak ConocoPhillips.

Namun, saat itu konsumsi gas elpiji masih terbatas dan belum berkembang secara signifikan.

Baca Juga: UMKM Wajib Punya NIB untuk Beli Gas Elpiji 3 Kg, Begini Cara Daftarnya Sesuai Aturan Baru dari Bahlil Lahadalia

Gas Elpiji sebagai Bahan Bakar

Penggunaan praktis gas elpiji pertama kali dicatat pada tahun 1918, ketika bahan bakar ini dimanfaatkan untuk lampu las dan obor pemotong logam.

Produksi komersial baru benar-benar berkembang pada 1920-an.

Di Amerika Serikat, penjualan gas elpiji mencapai 223 ribu galon pada tahun 1922 dan meningkat menjadi 400 ribu galon dalam tiga tahun berikutnya.

Penggunaan gas elpiji semakin luas, termasuk sebagai bahan bakar motor untuk truk pada tahun 1928 serta untuk lemari es berbahan bakar gas elpiji.

Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani Bongkar Gas Elpiji 3 Kg, Harga Aslinya Rp42.750 per Tabung! Tapi di Pasaran cuma Rp20 Ribu?!

Pada tahun 1929, angka penjualan gas elpiji di AS melonjak hingga 10 juta galon.

Momentum gas elpiji semakin kuat, terutama setelah digunakan dalam Olimpiade 1932 di Los Angeles untuk memasak dan memanaskan air.

Pada tahun 1934, industri propana-butana berhasil menjual 56 juta galon gas elpiji.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X