Ia pun mulai meneliti lebih lanjut sifat-sifat bensin dan berhasil memisahkan fraksi gas dari fraksi cair, yang mengarah pada penemuan propana.
Pada tahun 1912, Snelling memasang instalasi propana domestik pertamanya, dan setahun kemudian, ia mematenkan produksi propana dalam skala industri.
Hak paten tersebut kemudian dibeli oleh Frank Phillips, pendiri perusahaan minyak ConocoPhillips.
Namun, saat itu konsumsi gas elpiji masih terbatas dan belum berkembang secara signifikan.
Gas Elpiji sebagai Bahan Bakar
Penggunaan praktis gas elpiji pertama kali dicatat pada tahun 1918, ketika bahan bakar ini dimanfaatkan untuk lampu las dan obor pemotong logam.
Produksi komersial baru benar-benar berkembang pada 1920-an.
Di Amerika Serikat, penjualan gas elpiji mencapai 223 ribu galon pada tahun 1922 dan meningkat menjadi 400 ribu galon dalam tiga tahun berikutnya.
Penggunaan gas elpiji semakin luas, termasuk sebagai bahan bakar motor untuk truk pada tahun 1928 serta untuk lemari es berbahan bakar gas elpiji.
Pada tahun 1929, angka penjualan gas elpiji di AS melonjak hingga 10 juta galon.
Momentum gas elpiji semakin kuat, terutama setelah digunakan dalam Olimpiade 1932 di Los Angeles untuk memasak dan memanaskan air.
Pada tahun 1934, industri propana-butana berhasil menjual 56 juta galon gas elpiji.
Artikel Terkait
Anggaran IKN Dipangkas Drastis, Benarkah Proyek Dihentikan? Ini Penjelasan Menteri Sri Mulyani dan Langkah Pemerintah
Meski Anggaran Dipangkas Ratusan Triliun, Pemerintah Pastikan Layanan Publik Optimal dan Program Prioritas Tetap Berjalan
Ultah Makin Seru! Ini Cara Daftar Cek Kesehatan Gratis sebagai Kado Spesial dari Pemerintah untuk Masyarakat Indonesia
Ultah Sebelum CKG Dimulai? Tenang, Pemerintah Kasih Kesempatan Sampai April 2025 buat Nikmati Cek Kesehatan Gratis!
Firnando Ganinduto Terima Audiensi Jaringan Pemred Promedia, Ajak Media Kawal Implementasi UU BUMN
Internet Murah Rp100 Ribu untuk 100 Mbps Segera Hadir, Komdigi Beberkan Jadwal dan Skema Pelaksanaannya!