Sebelas tahun kemudian, pada tahun 1950, jumlah pelanggan meningkat pesat menjadi lebih dari 70 ribu.
Hingga kini, Ultragaz menjadi salah satu perusahaan penyedia gas elpiji terbesar di dunia.
Setelah Perang Dunia II berakhir dan industri kembali berkembang, penjualan gas elpiji di AS melampaui 1 miliar galon.
Pada 1947, kapal tanker gas elpiji pertama dibangun, dan tiga tahun kemudian, ribuan bus serta taksi mulai beralih menggunakan bahan bakar gas elpiji.
Pada tahun 1965, Chevrolet bahkan memperkenalkan empat jenis mesin kendaraan berbahan bakar gas elpiji.
Dalam beberapa dekade berikutnya, perdagangan gas elpiji semakin berkembang secara internasional.
Pada tahun 1980-an, ekspor gas elpiji AS telah mencapai 17 juta ton, dan jumlah ini terus bertambah hingga 48 juta ton pada tahun 2000.
Sejarah Gas Elpiji di Indonesia
Gas elpiji pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1968 dengan peluncuran tabung gas berukuran 12 kg berwarna biru.
Kehadiran gas elpiji bertujuan sebagai alternatif pengganti minyak tanah dan kayu bakar yang banyak digunakan masyarakat saat itu.
Minyak tanah dan kayu bakar memiliki berbagai keterbatasan, seperti pasokan yang tidak stabil, efisiensi pembakaran yang rendah, serta dampak negatif terhadap lingkungan.
Sebagai solusi, gas elpiji yang merupakan campuran propana dan butana dinilai lebih bersih, lebih mudah disimpan dan diangkut, serta memberikan efisiensi pembakaran yang lebih tinggi.
Artikel Terkait
Anggaran IKN Dipangkas Drastis, Benarkah Proyek Dihentikan? Ini Penjelasan Menteri Sri Mulyani dan Langkah Pemerintah
Meski Anggaran Dipangkas Ratusan Triliun, Pemerintah Pastikan Layanan Publik Optimal dan Program Prioritas Tetap Berjalan
Ultah Makin Seru! Ini Cara Daftar Cek Kesehatan Gratis sebagai Kado Spesial dari Pemerintah untuk Masyarakat Indonesia
Ultah Sebelum CKG Dimulai? Tenang, Pemerintah Kasih Kesempatan Sampai April 2025 buat Nikmati Cek Kesehatan Gratis!
Firnando Ganinduto Terima Audiensi Jaringan Pemred Promedia, Ajak Media Kawal Implementasi UU BUMN
Internet Murah Rp100 Ribu untuk 100 Mbps Segera Hadir, Komdigi Beberkan Jadwal dan Skema Pelaksanaannya!