Setelah Negosiasi Panjang, Klinik Haji Indonesia di Makkah Resmi Diaktifkan Lagi untuk Rawat Jemah Calon Haji

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 4 Juni 2025 | 21:34 WIB
Menag Nasaruddin Umar saat mengunjungi KKIH di Makkah pada Sealsa, 3 Juni 2025. (Instagram/kemenag_ri)
Menag Nasaruddin Umar saat mengunjungi KKIH di Makkah pada Sealsa, 3 Juni 2025. (Instagram/kemenag_ri)

Mediapriangan.com - Upaya diplomatik Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) akhirnya membuahkan hasil. Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang berada di Daerah Kerja (Daker) Makkah kini kembali diizinkan beroperasi dan memberikan pelayanan kesehatan bagi para jemaah haji asal Indonesia.

Langkah ini merupakan hasil dari negosiasi intensif antara Menteri Agama Nasaruddin Umar dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi.

Sebelumnya, operasional KKHI sempat dihentikan karena adanya kebijakan dari otoritas Saudi yang mewajibkan pasien jemaah calon haji dirujuk langsung ke rumah sakit setempat.

Baca Juga: Alasan Mengejutkan Kemenag Batalkan Tanazul, 37 Ribu Jemaah Haji Indonesia Tetap Wajib Mabit di Tenda Mina

Namun, situasi itu menimbulkan keresahan di kalangan jemaah Indonesia. Banyak dari mereka memilih menahan sakit lantaran kekhawatiran akan dirawat di tempat yang tidak mereka kenal, terlebih dengan kendala bahasa yang menjadi hambatan utama.

“Banyak jemaah kita, ada beberapa jemaah kita itu diduga mereka menahan penyakitnya karena takut dibawa ke rumah sakit,” ujar Menag Nasaruddin Umar, dikutip dari Instagram resmi Kemenag RI pada Rabu, 4 Juni 2025.

“(Takut) dirawat oleh orang yang tidak ngerti bahasanya dan tidak ada pendampingnya,” imbuhnya.

Baca Juga: IFG Tawarkan Perlindungan bagi Jemaah Haji dan Umrah, Dukung Perjalanan Ibadah yang Aman dan Penuh Ketenangan

Kekhawatiran tersebut menjadi salah satu alasan utama di balik permohonan agar KKHI bisa dioperasikan kembali.

Dengan berfungsinya lagi KKHI, jemaah haji yang mengalami gangguan kesehatan ringan hingga sedang bisa langsung ditangani tanpa harus dirujuk ke rumah sakit umum Saudi.

“Nah, sekarang dengan KKHI aktif kembali maka penyakit-penyakit yang tidak mesti dirujuk, di sini saja itu sudah bisa kembali lagi ke kemahnya, itu kan lebih baik,” tambah Nasaruddin.

Baca Juga: Nekat Masuk Makkah Lewat Gurun, 1 WNI Tewas dan 2 Lainnya Diselamatkan, Diduga Jemaah Haji Ilegal

Ia menambahkan bahwa keberadaan KKHI sangat membantu karena jemaah bisa merasa lebih nyaman dengan adanya tenaga medis yang mengerti bahasa dan budaya Indonesia.

“Kita yakinkan mereka bahwa jemaah Indonesia lebih nyaman dirawat di KKHI, faktornya karena ada kesamaan bahasa dan ada pendampingnya,” terang Menag.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X