Isu Kuota Haji Indonesia 2026 Dipotong 50 Persen, BP Haji Ungkap Fakta dan Singgung Kinerja Kementerian Agama

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 12 Juni 2025 | 12:30 WIB
Foto ilustrasi jemaah haji/umrah sedang berada di depan Ka’bah.  (Unsplash/Haidan)
Foto ilustrasi jemaah haji/umrah sedang berada di depan Ka’bah. (Unsplash/Haidan)

Mediapriangan.com - Isu mengenai rencana pemotongan kuota haji Indonesia sebesar 50 persen untuk tahun 2026 sempat menjadi perhatian publik. Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) pun akhirnya buka suara dan memaparkan kronologi munculnya kabar tersebut.

Untuk operasional haji 2025, kuota jemaah haji Indonesia telah mencapai 221 ribu orang, baik dari jalur reguler maupun khusus. Angka ini mencerminkan sekitar 25 persen dari total keseluruhan jemaah haji dari seluruh dunia yang datang ke Tanah Suci.

Namun, dalam konferensi pers yang digelar di kantor BP Haji, Jakarta Pusat, Rabu malam, 11 Juni 2025, Wakil Kepala BP Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkap bahwa sempat ada kekhawatiran dari pihak Arab Saudi terhadap kualitas penyelenggaraan haji oleh Indonesia tahun ini.

Baca Juga: 4 Masalah Utama Versi Kemenag Soal Jemaah Haji RI Tak Kebagian Tenda Saat Wukuf di Arafah, Ini Kronologinya

“Mereka (pemerintah Arab Saudi) menyampaikan tahun ini penyelenggaraan haji yang dikelola Indonesia dalam hal ini Kementerian Agama itu agak buruk,” ujar Dahnil.

Pernyataan itu, lanjutnya, disampaikan dalam pertemuan antara Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dan Kepala BP Haji, Mochammad Irfan Yusuf.

Di pertemuan itu pula, wacana pengurangan kuota hingga 50 persen sempat dilontarkan.

“Itu yang membuat kami agak kaget,” katanya.

Baca Juga: Jemaah Haji Indonesia Jalan Kaki dari Muzdalifah ke Mina, Kemenag Ungkap Kronologi dan Lakukan Koordinasi Darurat

Namun, Dahnil menambahkan bahwa pemerintah Arab Saudi akhirnya membatalkan rencana tersebut setelah mengetahui bahwa sistem penyelenggaraan haji Indonesia ke depan akan mengalami perubahan besar.

“Presiden akan membentuk badan setingkat Kementerian Haji maka pemerintah Arab Saudi ada harapan dengan manajemen baru,” ucap Dahnil.

Dengan demikian, BP Haji memastikan bahwa isu pemotongan kuota tidak akan berkembang lebih lanjut.

Baca Juga: Kemenag Jelaskan Keterlambatan Bus Jemaah Haji dari Muzdalifah ke Mina, Evakuasi Sempat Terkendala 40 Menit

Mereka menaruh kepercayaan pada langkah Presiden Prabowo yang akan membentuk lembaga khusus untuk menangani ibadah haji secara lebih profesional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X