Cuaca Makkah Tembus 46 Derajat Celsius, PPIH Imbau Jemaah Haji Tak Paksakan Ibadah Sunnah Jelang Pulang ke Tanah Air

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 15 Juni 2025 | 10:32 WIB
PPIH mengimbau jemaah haji agar tak memaksakan ibadah sunnah mengingat suhu ekstrem di Makkah yang capai 46 Derajat Celsius.   (Instagram.com/makkah.madiinahh)
PPIH mengimbau jemaah haji agar tak memaksakan ibadah sunnah mengingat suhu ekstrem di Makkah yang capai 46 Derajat Celsius. (Instagram.com/makkah.madiinahh)

 

Mediapriangan.com - Menjelang kepulangan gelombang pertama jemaah haji Indonesia, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kembali menyampaikan imbauan penting kepada seluruh jemaah di Makkah.

Dengan suhu yang kini menyentuh angka 46 derajat Celsius, jemaah diharapkan lebih bijak dalam menjalankan aktivitas ibadah.

Kondisi cuaca yang ekstrem, terutama pada siang hari, dikhawatirkan bisa berdampak buruk terhadap kesehatan para jemaah, khususnya lansia dan kelompok rentan.

Baca Juga: Dituding Telantarkan Jemaah Kloter Kertajati 01 saat Delay 6 Jam, PPIH Tegaskan Pendampingan Tetap Dilakukan

Selain padatnya aktivitas di kawasan Masjidil Haram, suhu tinggi juga berisiko menyebabkan dehidrasi dan kelelahan berat.

“Cuaca siang hari di Makkah mencapai 46 derajat Celcius. Kami mengimbau jemaah untuk tidak memaksakan diri melakukan ibadah sunnah,” kata Wakil Pengendali Teknis Bidang Media Center Haji, Akhmad Fauzin, dalam konferensi pers di Makkah, Sabtu, 14 Juni 2025.

Menurut Fauzin, ibadah sunnah seperti tawaf dan salat sunah bisa ditunda atau dilakukan di waktu yang lebih aman seperti pagi hari setelah Subuh atau malam hari saat suhu mulai menurun.

Baca Juga: 4 Masalah Utama Versi Kemenag Soal Jemaah Haji RI Tak Kebagian Tenda Saat Wukuf di Arafah, Ini Kronologinya

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik menjelang perjalanan panjang kembali ke tanah air.

“Perjalanan pulang membutuhkan waktu yang panjang, maka menjaga kebugaran tubuh sangat penting,” ujarnya.

Tak hanya itu, PPIH juga menekankan pentingnya proses pelaporan administratif, terutama bagi jemaah yang menggunakan dokumen pengganti paspor, yaitu Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP).

"Proses pelaporan ini penting agar petugas bisa membantu pengesahan SPLP," jelas Fauzin.

Baca Juga: Kemenag Jelaskan Keterlambatan Bus Jemaah Haji dari Muzdalifah ke Mina, Evakuasi Sempat Terkendala 40 Menit

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X