Namun demikian, pemerintah tidak tinggal diam. Wamendikdasmen menyampaikan bahwa laporan tertulis terkait dugaan kecurangan telah diserahkan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam pertemuan yang sama.
“Tadi Pak Wali Kota sudah menyerahkan laporan resmi secara tertulis, kita akan kaji dengan Dirjen. Intinya asas praduga tak bersalah, jangan menyebarkan fitnah, tetapi ini menjadi peringatan bersama agar indikasi semacam itu tidak terjadi,” tegas Fajar.
Pemerintah pusat kini tengah mengkaji laporan tersebut guna memastikan setiap indikasi pelanggaran ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.
Baca Juga: SPMB Gak Cuma Buat Sekolah Negeri! Mendikdasmen Tegaskan Hak Siswa Swasta Terjamin UU!
Fajar berharap sistem seleksi bisa berlangsung secara adil dan terbebas dari tekanan serta intervensi pihak luar, termasuk oleh oknum pejabat.
Dengan semakin terbukanya pengawasan publik, praktik-praktik lama seperti jual-beli kursi dan titipan diharapkan tidak lagi mencederai dunia pendidikan.***
Artikel Terkait
SPMB SMA Kini Pakai Sistem Rayon, Bebas Daftar Sekolah Lintas Provinsi Tanpa Terjebak Zonasi Lagi! Begini Penjelasannya
Gagal SNBP! Sekolah Diduga Lalai, Ratusan Siswa SMA dan SMK Terancam Gagal Masuk Perguruan Tinggi, Apa Solusinya?
Viral Aksi Pelajar Papua Tolak MBG, Lebih Pilih Pendidikan Daripada Makan Bergizi Gratis, Begini Respons Mendikdasmen
Finalisasi PDSS SNBP 2025 Molor 4 Kali! Siswa Protes Sekolah Lalai Input Data, Panitia SNPMB Terpaksa Mundurin Jadwal
Mulai 2025, Sekolah yang Tak Terakreditasi Bisa Cetak Ijazah Mandiri, Ini Ketentuan dan Persyaratannya!
Skill Excel Auto GG! Ikut Bootcamp DQLab Biar Jago Kelola Data dan Siap Jadi Data Analyst di Era Digital
SMK dan Pendidikan Vokasi Terancam, Anggaran Dipangkas Rp1 Triliun, Banyak Pelatihan Penting Terancam Hilang!
IFG Gaungkan Literasi Keuangan di Momen Hardiknas 2025, Sasar Ribuan Mahasiswa di 13 Kampus Top Indonesia!
IFG Gelar Progress X, Tekankan Karier Perempuan Tak Harus Pilih Antara Keluarga atau Jabatan Tinggi!
DQLab Mini Bootcamp Buka Peluang Belajar Data Analytics untuk Atasi Kesenjangan Digital di Indonesia