OTT KPK Seret Kadis PUPR Sumut, Menteri PU Dody Hanggodo Siap Evaluasi Total Jika Dapat Restu Presiden Prabowo

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 30 Juni 2025 | 15:48 WIB
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo.  (pu.go.id)
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo. (pu.go.id)

 

Mediapriangan.com - Penangkapan Kepala Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Mandailing Natal, Sumut, memicu reaksi cepat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan kesiapannya untuk melakukan evaluasi besar-besaran terhadap struktur kementeriannya, mulai dari pejabat eselon hingga pejabat pembuat komitmen (PPK). Namun, langkah tersebut menunggu izin dari Presiden Prabowo Subianto.

“Kalau kemudian saya mendapat restu Presiden, saya akan mengevaluasi eselon 1, 2, 3 seluruhnya sampai dengan pejabat pembuat komitmen,” tegas Dody kepada wartawan, Minggu, 29 Juni 2025.

Baca Juga: Anak Buah Terjaring OTT KPK di Sumut, Menteri PU Dody Hanggodo Siap Evaluasi Total Pejabat dari Eselon 1 hingga PPK

Dody menyatakan bahwa evaluasi tersebut bukanlah bentuk ultimatum, tetapi langkah yang memang sudah selayaknya dilakukan untuk memperbaiki sistem di tubuh kementeriannya.

“Bukan ultimatum lah, mungkin udah beberapa bulan sudah seharusnya evaluasi. Tapi kan melakukan evaluasi harus ada restu dari Presiden,” jelasnya.

KPK sebelumnya menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalan di wilayah Sumatera Utara.

Baca Juga: Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 30 Kg Sabu dan 2.000 Liquid Vape Narkoba dari Malaysia, Pengendali Buron!

Kasus ini menjerat Topan Obaja Putra Ginting (TOP) selaku Kadis PUPR Sumut serta empat lainnya, yakni Rasuli Efendi Siregar (RES), Heliyanto (HEL), Akhirun Efendi Siregar (KIR), dan M. Rayhan Dulasmi (RAY).

Kelima tersangka langsung ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka dan mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK. Mereka diduga menerima suap dalam proyek jalan yang bernilai hingga Rp231 miliar.

Langkah evaluasi besar dari Menteri Dody Hanggodo menjadi sinyal kuat bahwa kementerian tak ingin kecolongan lagi dalam proyek infrastruktur yang menyangkut anggaran besar.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X