Mediapriangan.com - Kepergian Suryadharma Ali meninggalkan duka mendalam bagi sejumlah tokoh bangsa. Salah satunya adalah Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, yang hadir langsung di rumah duka pada Kamis, 31 Juli 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon menyampaikan belasungkawa dan penghormatan terakhirnya kepada almarhum, yang disebutnya sebagai sosok politikus berdedikasi dan berjasa besar bagi Indonesia.
"Pak Suryadharma Ali adalah seorang tokoh politik yang sudah banyak memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara," ujar Fadli Zon saat ditemui awak media.
Tak sekadar memimpin partai, lanjut Fadli, almarhum juga memiliki peran penting dalam sistem kaderisasi politik.
Ia menilai Suryadharma sebagai pemimpin yang mampu mengarahkan lahirnya generasi penerus bangsa dengan semangat kebangsaan yang kuat.
"Memberikan pikiran, tenaga bagi bangsa dan negara termasuk melakukan kaderisasi politik," ungkapnya menambahkan.
Fadli mengenang, selama masa hidupnya, Suryadharma mampu menjadi figur penengah dalam berbagai dinamika politik nasional.
Bahkan, ketika tensi politik memanas, almarhum tetap bisa menjaga ruang dialog dan komunikasi antar berbagai pihak.
"Beliau adalah tokoh yang bisa menempatkan diri dengan sangat baik dalam berbagai situasi," kata Fadli.
Kemampuan kepemimpinan dan ketenangan Suryadharma disebut menjadi salah satu kekuatannya dalam menghadapi berbagai ujian dalam perjalanan politiknya.
Diketahui, Suryadharma Ali pernah menjabat sebagai Menteri Agama RI periode 2009–2014. Ia wafat pada usia yang telah matang setelah perjalanan panjang dalam dunia keagamaan dan politik nasional.***
Artikel Terkait
Fadli Zon Pastikan Chairlift di Borobudur Tak Langgar Aturan, Tegaskan Bukan Eskalator Apalagi Eskavator
Presiden Macron Coba Sentuh Patung Buddha di Candi Borobudur Fadli Zon Sebut Beliau Kagum dan Ingin Lebih Lama di Sini
Fadli Zon Angkat Bicara Soal Tambang Nikel di Raja Ampat, Soroti Dampaknya terhadap Alam dan Situs Budaya
Fadli Zon Ungkap Kekhawatiran Soal Goa Purba Kalimantan Terancam Tambang, Lukisan 40 Ribu Tahun Bisa Rusak
Fadli Zon Imbau Publik Tak Perlu Cemas Soal Penulisan Ulang Sejarah, 'Yang Menulis Bukan Aktivis atau Politikus'
Fadli Zon Dikecam soal Tragedi Mei 1998, Hasan Nasbi Minta Publik Tak Terjebak Gosip dan Serahkan pada Sejarawan