Mediapriangan.com - Keputusan Presiden Prabowo Subianto memberikan abolisi kepada mantan Menteri Perdagangan RI, Tom Lembong, menuai berbagai tanggapan.
Salah satunya datang dari Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta yang dikenal dekat dengan Tom Lembong.
Anies Baswedan tampak menjenguk langsung Tom Lembong di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, pada Jumat, 1 Agustus 2025.
Kehadiran Anies Baswedan tak lepas dari status hukum Tom yang kini resmi berakhir setelah mendapatkan abolisi dari Presiden Prabowo.
Sebelumnya, Tom Lembong divonis 4,5 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan gula impor di Kemendag.
Namun setelah melalui proses hukum dan pertimbangan politik, Presiden mengajukan usulan abolisi yang kemudian disetujui oleh DPR pada Kamis, 31 Juli 2025.
Dalam pernyataannya kepada media, Anies menyambut baik keputusan tersebut. "Tentu ini kabar baik untuk Tom Lembong dan keluarga. Kita tunggu sampai tuntas," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kunjungannya ke Rutan Cipinang juga bertujuan untuk mendengar langsung respons dan pandangan Tom terkait keputusan abolisi tersebut.
“Saya akan ketemu dulu dengan Tom Lembong, mendengar dulu dari beliau apa saja langkah-langkah ke depannya, yang tentu nantinya baru dibicarakan dengan kuasa hukum,” kata Anies.
Bagi Anies, suara Tom menjadi poin penting dalam menyikapi proses yang sedang berjalan.
“Menurut saya, sekarang yang penting pendapat Pak Tom, itu yang lebih penting,” lanjutnya.
Artikel Terkait
Putusan 4,5 Tahun Tom Lembong Tanpa Niat Jahat, Eks Hakim Agung Tegaskan Tetap Bisa Diproses Secara Hukum!
Feri Amsari Sentil Vonis Tom Lembong, Sebut Salah Pilih Keberpihakan Politik, Tak Dekat Kekuasaan Jadi Sasaran Hukum?
Ketua Komisi Kejaksaan Tegaskan Kasus Tom Lembong Tak Politis, Sejak Awal Menteri Lain Juga Sudah Dipanggil!
Sindiran Tajam Ferry Irwandi ke Deddy Corbuzier Usai Vonis Tom Lembong, Pejabat Harusnya Mulai Was-Was!
Vonis Tom Lembong Dianggap Janggal, Mahfud MD Sebut Ada Kekeliruan Besar di Balik Putusan Hakim
Mahfud MD Bela Tom Lembong, Soroti Vonis Korupsi Gula, 'Baru Kali Ini Saya Harus Bela, Demi Keadilan Hukum'