PPG 2025 Naik 700 Persen, Lebih dari 206 Ribu Guru Agama dan Madrasah Ikut Sertifikasi Profesi oleh Kemenag

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 7 September 2025 | 09:05 WIB
Foto Ilustrasi - Lebih dari 206 ribu guru agama dan madrasah mengikuti PPG 2025. (kemenkopmk.go.id)
Foto Ilustrasi - Lebih dari 206 ribu guru agama dan madrasah mengikuti PPG 2025. (kemenkopmk.go.id)

Mediapriangan.com - Kementerian Agama (Kemenag) mempercepat pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) di tahun 2025.

Langkah ini mendapat respons luar biasa dari para guru, terbukti dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 206 ribu orang.

Angka tersebut melonjak tajam hingga 700 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya diikuti sekitar 29 ribu guru.

Baca Juga: Guru Beban Negara? Begini Kata Pegiat Pendidikan

Lonjakan ini disebut sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mendukung profesionalitas guru agama dan guru madrasah.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menjelaskan percepatan ini menjadi penghargaan terhadap perjuangan guru.

Program PPG yang digelar melalui Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi, profesionalitas, dan kesejahteraan guru.

Baca Juga: 143 Guru Sekolah Rakyat Mundur, Mensos Saifullah Yusuf Pastikan Pengganti Siap Mengajar Tanpa Ganggu Belajar

"Pada Januari 2025, jumlah guru yang belum tersertifikasi tidak kurang dari 556 ribu guru agama," ungkap Sahiron dalam keterangan tertulis, Sabtu 6 September 2025.

"Setelah diadakan beberapa PPG oleh Kementerian Agama RI hingga saat ini (September 2025), tersisa kurang lebih 350 ribu guru agama," imbuhnya.

"Mereka akan diikutkan pada PPG berikutnya di tahun ini,” lanjut Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut.

Baca Juga: 60 ASN Kemenag Dilantik sebagai Master, 3 Guru Aktif MTsN 11 Tasikmalaya Masuk Daftar Terpilih!

Menurut Sahiron, PPG menjadi wadah bagi guru untuk mendapatkan pelatihan terstruktur, bukan hanya meningkatkan kemampuan mengajar tetapi juga memperkuat peran guru dalam membentuk karakter peserta didik.

Ia berharap guru agama tidak hanya mahir menyampaikan materi dengan metode yang tepat, tetapi juga mampu membimbing siswa menjadi generasi berakhlak mulia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X