Bincang Hangat Mediapreneur Talks di Surabaya, CEO Promedia Ajak Para Jurnalis Optimis Bangun Industri Media

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Jumat, 26 September 2025 | 16:45 WIB
CEO Promedia, Agus Sulistriyono dalam acara Mediapreneur Talks 2025 yang digelar Promedia Teknologi Indonesia (PTI) di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis, 25 September 2025.  (Dok. Promedia)
CEO Promedia, Agus Sulistriyono dalam acara Mediapreneur Talks 2025 yang digelar Promedia Teknologi Indonesia (PTI) di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis, 25 September 2025. (Dok. Promedia)

Selain itu lanjut Agus, Promedia memberikan support (dukungan) teknologi, infrastruktur, pelatihan, strategi dan monetisasi dengan mengusung konsep economic sharing atau gotong royong.

Ia mengajak para pengusaha media di Surabaya, untuk berkolaborasi membangun optimisme agar senantiasa mempertahankan serta meningkatkan brand media yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Mediapreneur Talks 2025 Promedia Hadir di Banten, Kupas Tuntas Bisnis Media, Iklan Digital, dan Tantangan Jurnalis

"Mari bersama kita tingkatkan brand media lewat multi platform, meningkatkan revenue (pendapatan) lewat media online," ujar Agus.

Ia menambahkan, di tengah kegalauan para pengusaha media, dirinya punya keyakinan bahwa bisnis informasi tidak akan pernah mati, tapi mediumnya akan silih berganti.

CEO Promedia, Agus Sulistriyono (tengah) bersama para peserta acara Mediapreneur Talks 2025 yang digelar Promedia Teknologi Indonesia (PTI) di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis, 25 September 2025.
CEO Promedia, Agus Sulistriyono (tengah) bersama para peserta acara Mediapreneur Talks 2025 yang digelar Promedia Teknologi Indonesia (PTI) di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis, 25 September 2025. (Dok. Promedia)

KTP2JB Soroti Insentif bagi Industri Media

Anggota Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas (KTP2JB), Guntur menyampaikan tugas dan fungsinya dalam membuat laporan terhadap konten berita yang dinilai tidak sesuai dengan undang-undang pers.

Baca Juga: Kolaborasi Promedia dan FISIP UNTIRTA di CoreLab 2025, Wujudkan Generasi Kreatif Melek Konten Digital

“Hari ini bisa saja semua orang akan mengambil atau menciptakan monetisasi dari karya para jurnalis,” jelas Guntur.

Ia juga menyoroti kurangnya laporan dari industri media, dalam menyuarakan agar turut mendapat insentif tahun 2026 hingga pengurangan pajak penghasilan (PPh), sehingga membuat wartawan dan media dapat ‘bernapas’ seperti industri lainnya.

“Industri media tidak minta insentif ya? Bayangkan insentif tahun 2026 ke depan, pengurangan PPh itu untuk ojol, untuk industri pariwisata, tapi media tidak,” ucap Guntur.

Baca Juga: BRI Mediapreneur Talks Promedia 2025 Siap Guncang Kota Serang! Kupas Tuntas Bisnis Media hingga Tren Iklan Digital

Ia menyayangkan, media yang menguasai corong publik, tidak ada diskursus yang mengatakan, wartawan butuh insentif dan pengurangan PPh.

Guntur mengingatkan pentingnya laporan pengaduan kepada pihaknya, sebagai perwakilan unsur Dewan Pers hingga kementerian dan pakar di bidang layanan platform digital.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X