Pihak Polda Jawa Timur juga memastikan akan segera memulai penyelidikan setelah Basarnas menutup evakuasi.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan, proses hukum akan dijalankan setelah lokasi dinyatakan aman.
“Terkait proses penegakan hukum, kami masih menunggu teman-teman SAR selesai dan area benar-benar clear. Setelah itu, kami akan melangkah,” ujarnya.
Kronologi Ambruknya Ponpes Al Khoziny
Insiden terjadi pada Minggu, 29 September 2025, tepat saat waktu salat Ashar.
Bangunan musala berlantai empat itu ambruk ketika para santri tengah menjalankan ibadah berjamaah.
“Diperkirakan ada sekitar 140 jemaah di lokasi saat kejadian. Struktur bangunan yang sedang dalam tahap pengecoran diduga tak mampu menahan beban, hingga akhirnya runtuh secara vertikal,” kata Syafii menjelaskan.
Jenis runtuhan yang terjadi disebut sebagai pancake collapse, di mana seluruh lantai bangunan runtuh menimpa satu sama lain, menyebabkan proses evakuasi menjadi sangat sulit dan berisiko tinggi.
Dengan berakhirnya operasi SAR, fokus kini beralih ke tahap identifikasi korban oleh DVI serta penyelidikan penyebab teknis dan hukum di balik tragedi ambruknya musala Ponpes Al Khoziny tersebut.***
Artikel Terkait
Evakuasi Dramatis Santri Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, 66 Terjebak Reruntuhan, Tim SAR Hadapi Medan Sempit
Didi Sukardi Soroti Peran Ponpes Darusalam Ciamis dalam Mencetak Generasi Beriman, Cerdas dan Siap Pimpin Bangsa
Evakuasi Ponpes Al Khoziny, 10 Korban Meninggal, Tim SAR Gunakan Excavator Breaker Usai Golden Time Berakhir
Update Tragedi Ponpes Al Khoziny Ambruk, Korban Jiwa Jadi 9 Orang, 400 Tim SAR Evakuasi Nonstop!
14 Santri Tewas dan 49 Masih Hilang dalam Tragedi Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Tim SAR Terus Cari Korban
Kisah Haru Korban Selamat Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Salat di Bawah Puing, Puasa 3 Hari, hingga Amputasi Tangan