“Ya dipecat. Jadi mungkin dia menemukan orang-orang yang menerima uang, yang enggak bisa diampuni lagi, ya dipecat, ya biar aja,” kata Purbaya di kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Purbaya menegaskan bahwa ketegasan ini merupakan bagian dari upaya menjaga integritas lembaga. Pesannya jelas: tidak ada lagi ruang bermain bagi pegawai pajak.
“Pesannya adalah ke teman-teman pajak yang lain sekarang bukan saatnya main-main lagi,” tegasnya.
3. Sidak Mendadak ke Sektor Bea Cukai
Gebrakan ketiga adalah pengawasan lapangan melalui sidak mendadak. Purbaya turun langsung ke Pelabuhan Tanjung Priok dan Kudus untuk memastikan kepatuhan petugas bea cukai terhadap prosedur hukum.
Ia juga memberikan peringatan keras kepada Djaka Budhi Utama selaku Dirjen Bea dan Cukai agar tidak memberi celah pada importir ilegal.
“Pak Dirjen yang kayak gini-gini gak boleh lepas ya. Kalau orangnya berkeliaran, besok dia impor ilegal lagi,” ujar Purbaya di Kudus, Jawa Tengah, Jumat (3/10/2025).
Sebagai tindak lanjut, Kemenkeu dan Bea Cukai membentuk Satgas Pemberantasan Barang Ilegal yang aktif sejak Juli 2025. Tim ini difokuskan untuk mempersempit ruang gerak penyelundupan dan pelanggaran di sektor kepabeanan.***
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Wacanakan Pemutihan Produsen Rokok Ilegal, Negara Siapkan Skema Cukai Baru yang Lebih Adil
Menkeu Purbaya Siap Pangkas Anggaran Makan Bergizi Gratis Jika Serapan Tak Capai Target Akhir Oktober 2025
Mahfud MD Puji Menkeu Purbaya soal Kebijakan Pajak Tak Bebani Rakyat, Ini 3 Langkah yang Jadi Sorotan Publik
Di Balik Langkah Menkeu Purbaya Soal Pemutihan Produsen Gelap, Pasar Hasil Tembakau RI Hadapi Arah Baru
Menkeu Purbaya Pangkas DBH DKI Jakarta Rp15 Triliun, Pramono Anung Legawa tapi Siapkan Jurus Efisiensi Anggaran
Purbaya Suntik Rp200 T ke Himbara dan Lakukan Sidak, 5 Langkah Kilat Demi Dongkrak Pertumbuhan Jadi 5,5 Persen