Mediapriangan.com - Polemik antara Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kian memanas setelah muncul laporan dugaan dana APBD Jabar sebesar Rp4,1 triliun mengendap di perbankan.
Perseteruan ini bermula ketika Purbaya menyampaikan data hasil laporan perbankan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah pada Senin, 20 Oktober 2025. Data itu disebut menunjukkan adanya dana daerah yang belum terserap dan masih tersimpan di bank.
Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi menantang Purbaya membuktikan kebenaran data tersebut. Ia menegaskan akan mengumpulkan seluruh pejabat Pemprov Jabar untuk menelusuri laporan yang dianggap mencurigakan itu.
“Hari ini, saya akan mengumpulkan seluruh pejabat Pemprov Jabar untuk bertanya sekali lagi apakah mereka berkata jujur data dan fakta atau berbohong,” ujar Dedi, Rabu, 22 Oktober 2025.
Dedi juga memastikan akan menemui pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Bank Indonesia (BI) guna memverifikasi sumber data yang disebutkan Menkeu. Ia berjanji akan menindak tegas bawahannya bila terbukti memberikan laporan tidak sesuai fakta.
Purbaya Tantang KDM Cek ke Bank Indonesia
Menkeu Purbaya tak tinggal diam. Ia justru menantang balik Gubernur Dedi Mulyadi agar menanyakan langsung ke Bank Indonesia, karena data APBD yang disebut mengendap di bank bersumber dari lembaga tersebut.
“Tanya saja ke Bank Sentral, itu kan data dari sana. Harusnya dia cari, kemungkinan besar anak buahnya juga ngibulin dia, loh,” kata Purbaya di kantor Kemenkeu, Selasa, 21 Oktober 2025.
Menurut Purbaya, data itu bersifat resmi dan berasal dari laporan sistem keuangan perbankan yang juga diterima oleh pemerintah pusat.
Data Sama dengan Milik Mendagri Tito
Purbaya menegaskan, laporan yang diterimanya identik dengan data yang dimiliki Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
Artikel Terkait
Mahfud MD Puji Menkeu Purbaya soal Kebijakan Pajak Tak Bebani Rakyat, Ini 3 Langkah yang Jadi Sorotan Publik
Di Balik Langkah Menkeu Purbaya Soal Pemutihan Produsen Gelap, Pasar Hasil Tembakau RI Hadapi Arah Baru
Menkeu Purbaya Pangkas DBH DKI Jakarta Rp15 Triliun, Pramono Anung Legawa tapi Siapkan Jurus Efisiensi Anggaran
Menkeu Purbaya Beda Haluan dengan Sri Mulyani, Ubah Pola Efisiensi Anggaran Tanpa Pangkas Belanja APBN
18 Gubernur ‘Geruduk’ Menkeu Purbaya, Desak TKD Tak Dipotong hingga Usulan Gaji ASN Ditanggung Pemerintah Pusat
Menkeu Purbaya Tanggapi Lonjakan Pekerjaan Informal, Pastikan Program Magang Berbayar Buka untuk Lulusan S1
Renovasi Ponpes Al Khoziny Pakai APBN? MPR Desak Audit, DPR Minta Kajian Ulang, Menkeu Purbaya Belum Tahu
3 Gebrakan Menkeu Purbaya Bikin Pegawai Pajak dan Bea Cukai Kicep, dari Grup WA Aduan hingga Sidak Mendadak
Menkeu Purbaya Tolak Danai ‘Family Office’, Luhut Pandjaitan Terdesak Cari Jalan Baru Realisasikan Proyek Ambisius
Menkeu Purbaya Sentil Pemda Soal APBD dan Tantang Daerah Lepas Ketergantungan Komoditas, Sindir Jawa Sentris