Mediapriangan.com - Kontroversi proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh kembali mencuat setelah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pernyataan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut proyek tersebut bukan untuk mencari laba, melainkan investasi jangka panjang.
Menurut Jokowi, proyek Whoosh memiliki nilai sosial karena diharapkan mampu mengurai kemacetan dan mengurangi potensi kerugian ekonomi nasional. Namun, di tengah polemik pembengkakan biaya dan manfaat ekonomi yang belum merata, pernyataan itu memunculkan beragam tanggapan publik.
Menkeu Purbaya menilai pandangan Jokowi memiliki dasar, tetapi menegaskan pentingnya mengoptimalkan dampak ekonomi dari proyek tersebut.
Baca Juga: Anthony Budiawan Guncang Publik, Ungkap Dugaan Pemufakatan Jahat dan Pinjaman Mahal Proyek Whoosh
“(Pernyataan Jokowi) ada betulnya juga sedikit, karena kan Whoosh sebetulnya ada misi regional development juga,” ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (30/10/2025).
Purbaya menekankan bahwa pengembangan kawasan ekonomi di sekitar jalur Whoosh perlu diperkuat agar manfaat infrastruktur tidak berhenti hanya pada sarana transportasi.
“Mungkin di mana ada pemberhentian di sekitar jalur Whoosh supaya ekonomi sekitar tumbuh itu harus dikembangkan ke depan. Jadi ada betulnya,” lanjutnya.
Pernyataan Menkeu Purbaya ini muncul di tengah ekspektasi publik terhadap arah baru kebijakan fiskal pasca kepemimpinan Sri Mulyani Indrawati.
Baca Juga: Desakan Anthony Budiawan ke KPK Soal Proyek Whoosh, Ungkap Dalang Mark Up dan 'Barang Busuk'
Gaya komunikasinya yang lugas dan cenderung netral disebut-sebut berpotensi membuka kembali evaluasi terhadap proyek-proyek besar di era sebelumnya, termasuk Whoosh.
Said Didu Sebut Purbaya Buka “Kotak Pandora” Era Jokowi
Pandangan berbeda datang dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, yang menilai ucapan Menkeu Purbaya justru membuka “kotak pandora” terkait pengelolaan anggaran di masa pemerintahan Jokowi.
“Purbaya dengan gaya netral membuka kotak pandora terhadap hal-hal yang selama ini seakan-akan baik-baik saja,” ujar Said Didu dalam program Rakyat Bersuara, Rabu (29/10/2025).
Baca Juga: Mahfud MD Desak KPK Selidiki Proyek Whoosh, Sebut Jokowi Bisa Dipanggil untuk Dimintai Keterangan
Artikel Terkait
Dugaan Korupsi di Proyek Whoosh Kian Panas, Mahfud MD Desak KPK Tak Tunggu Laporan, Biaya 3 Kali Lipat dari China
Utang Whoosh Bengkak Rp75 Triliun, Harris Turino Desak Audit Forensik dan Reformasi Sistem Pengadaan Proyek Nasional
Utang Whoosh Jadi Sorotan, Danantara Siap Terbang ke China Bahas Skema Baru, Purbaya Tegas Tak Ikut Campur
Kontrak Whoosh Indonesia-China Dipertanyakan, Mahfud MD Soroti Transparansi dan Opsi Restrukturisasi Utang
Mahfud MD Siap Dipanggil KPK Terkait Dugaan Mark Up Proyek Whoosh, Tapi Tegas Tolak Buat Laporan Resmi
Wariskan Whoosh dengan Utang Rp116 Triliun, Jokowi Tegaskan Transportasi Umum Tak Diukur dari Laba