Gebrakan Dr Dwinita Larasati, Raih Dua Hibah Riset Besar untuk Transformasi Kota Kreatif dan Inovasi Pasca Panen

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 17 April 2026 | 22:03 WIB
Dr Dwinita Larasati raih hibah riset internasional dan nasional untuk perkuat Kota Kreatif serta inovasi sektor industri. (Dok. ICCN)
Dr Dwinita Larasati raih hibah riset internasional dan nasional untuk perkuat Kota Kreatif serta inovasi sektor industri. (Dok. ICCN)

 

BANDUNG, Mediapriangan.com - Prestasi gemilang di bidang akademik dan industri kreatif nasional kembali ditorehkan oleh Dr Dwinita Larasati.

Ketua Program Studi Magister Desain FSRD ITB sekaligus tokoh penting di ICCN ini berhasil mengamankan dua hibah riset prestisius sekaligus, baik di level internasional maupun nasional, guna memperkuat ekosistem Kota Kreatif serta inovasi teknologi.

Pada kancah global, melalui skema Riset Internasional ITB 2026, perempuan yang akrab disapa Tita ini memimpin tim lintas disiplin untuk membedah potensi desain dalam tata kelola jejaring UNESCO.

Baca Juga: Taliabu Gandeng ICCN, Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Jalan Baru Lepas dari Ketergantungan Tambang

Penelitian ini melibatkan kolaborasi luas antara FSRD, SAPPK, hingga FTI ITB, dengan dukungan mitra mancanegara dari Queretaro UNESCO City of Design, Meksiko.

"Riset ini akan mengeksplorasi pengelolaan ekosistem ekonomi kreatif pada tingkat lokal yang berdampak bagi akselerasi pembangunan Kota dan Kabupaten Kreatif," katanya pada Kamis (16/4/2026).

Langkah strategis ini dipandang sebagai pengakuan dunia terhadap peran desain sebagai pilar utama pembangunan kota dalam jejaring global.

Baca Juga: Wamen HAM Gandeng ICCN Siapkan Delegasi Lokal ke Forum Dunia Korea Selatan Perkuat Prinsip Kota Kreatif

Penelitian tersebut tidak hanya memperkaya wacana ilmiah, tetapi juga menawarkan solusi nyata dalam memperkuat posisi Indonesia di peta Kota Kreatif dunia.

Selain sukses di kancah internasional, Dr Dwinita Larasati juga terlibat dalam skema Program Prioritas dan Strategis melalui kolaborasi dengan sektor industri.

Bersama tim ITB dan Surplus Indonesia, ia menggarap riset bertajuk Bio Nano AI Design for Postharvest yang bertujuan mengintegrasikan kecerdasan artifisial dan bioteknologi untuk menjawab tantangan sektor pangan.

Baca Juga: ICCN Gandeng Greeneration Foundation, Ekonomi Kreatif Berkelanjutan Jadi Fokus Kolaborasi

"Riset ini merupakan kolaborasi lintas disiplin ilmu, dengan implementasi langsung pada sektor industri dan bisnis. Kolaborasi riset ini akan menjawab peran perkembangan teknologi untuk meningkatkan nilai komoditas pasca panen," jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X