Data 1 Juta Transaksi Ungkap Tantangan Kesehatan Karyawan, Halodoc for Business Dorong Benefit Lebih Tepat Sasaran

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 21 Juli 2026 | 06:13 WIB
Halodoc for Business mengungkap data 1 juta transaksi kesehatan karyawan. Akses menjadi tantangan, sementara teknologi membantu menekan biaya kesehatan. (Dok. Istimewa)
Halodoc for Business mengungkap data 1 juta transaksi kesehatan karyawan. Akses menjadi tantangan, sementara teknologi membantu menekan biaya kesehatan. (Dok. Istimewa)

“Di balik seluruh layanan ini, ada inovasi teknologi AI terbaru kami, yang disebut sebagai HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) untuk TPA. AI tidak hanya digunakan pada satu titik, tetapi bisa mendukung seluruh perjalanan pasien, termasuk ketika kunjungan fisik,” ujar Saswat Satadal.

Menurut Saswat, HILDA dapat membantu proses verifikasi kepesertaan dan dokumen ketika pasien tiba di fasilitas kesehatan. Teknologi tersebut juga digunakan untuk memantau tagihan selama pasien menjalani perawatan dan membantu mendeteksi biaya yang dinilai tidak wajar.

Baca Juga: Maraton 49 Hari, GP Ansor Tasikmalaya Tuntaskan Konferancab di 39 Kecamatan

“Dengan sistem yang terhubung dari awal hingga akhir, mitra rumah sakit dan Halodoc tidak lagi bergantung pada koordinasi manual melalui email atau telepon. HILDA untuk TPA membaca dan meng-itemisasi setiap tagihan medis baris per baris, memvalidasi klaim dengan akurasi tinggi, dan membantu perusahaan menekan biaya pengelolaan klaim hingga 18 persen,” imbuhnya.

Sementara itu, kebutuhan untuk datang langsung ke rumah sakit tetap menjadi bagian dari perjalanan kesehatan karyawan. Halodoc for Business kemudian menghadirkan HaloAssist untuk membantu pasien melewati proses layanan kesehatan secara langsung.

Layanan HaloAssist dirancang untuk memberikan pendampingan sejak sebelum kunjungan hingga pasien kembali ke rumah. Pasien dapat melakukan pemesanan layanan satu hari sebelum kedatangan dan memperoleh bantuan dari Teman Halodoc ketika tiba di rumah sakit.

Baca Juga: Terseret Arus di Pantai Pangandaran, Wisatawan Asal Bandung Ditemukan Meninggal Dunia

Pendampingan tersebut mencakup proses administrasi pendaftaran, bantuan selama pemeriksaan, hingga pengiriman obat ke rumah setelah pasien menyelesaikan kunjungan.

Saswat mengatakan layanan tersebut dikembangkan berdasarkan pengalaman pasien yang masih harus menghadapi sejumlah proses ketika mengakses layanan kesehatan secara langsung.

“Selama ini, ekosistem layanan kesehatan digital sudah kami bangun dan melayani jutaan pasien dengan baik, mulai dari konsultasi online, pengiriman obat, klaim cashless. Tapi kami memahami bahwa ketika karyawan harus datang ke rumah sakit, mereka harus melalui berbagai proses seperti antre panjang, proses administrasi berlapis, dan tidak ada pendampingan yang memudahkan pengalaman berobat mereka,” ucap Saswat.

Baca Juga: Terharu Rumahnya Direhab Lewat TMMD, Warga Parungponteng: Ini Berkah untuk Keluarga Kami

HaloAssist, kata Saswat, menjadi upaya untuk menjembatani layanan digital dengan kebutuhan pasien ketika harus mengakses fasilitas kesehatan secara langsung.

“Sehingga mereka dapat kembali sehat dan produktif, siap untuk bekerja lagi tanpa harus membuang waktu dan tenaga. Di tahap awal pengembangan, HaloAssist saat ini tersedia di 16 mitra rumah sakit Halodoc yang tersebar di Jabodetabek, Karawang dan Surabaya,” imbuh Saswat lagi.

Saat ini, Halodoc for Business tercatat melayani lebih dari 1,5 juta peserta aktif. Ekosistem tersebut juga didukung oleh lebih dari 30 perusahaan asuransi, lebih dari 3.000 mitra korporat, serta jaringan lebih dari 4.700 penyedia layanan kesehatan di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: Rekomendasi Gudeg Koyor di Jakarta, 3 Tempat Makan Legendaris dengan Cita Rasa Autentik yang Wajib Dicoba

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X