Data 1 Juta Transaksi Ungkap Tantangan Kesehatan Karyawan, Halodoc for Business Dorong Benefit Lebih Tepat Sasaran

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 21 Juli 2026 | 06:13 WIB
Halodoc for Business mengungkap data 1 juta transaksi kesehatan karyawan. Akses menjadi tantangan, sementara teknologi membantu menekan biaya kesehatan. (Dok. Istimewa)
Halodoc for Business mengungkap data 1 juta transaksi kesehatan karyawan. Akses menjadi tantangan, sementara teknologi membantu menekan biaya kesehatan. (Dok. Istimewa)

Menurut Irwan, temuan tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan prioritas pemeriksaan kesehatan yang berbeda pada setiap kelompok tenaga kerja.

Baca Juga: Dorong Gaya Hidup Sehat, Bupati Garut dan Fkominfo Uniga Gelar In Education Vol 2 Lewat Aksi Fun Run

“Dua prioritas skrining yang sepenuhnya berbeda, bahkan dari sisi jenis layanan kesehatan, ISPA menjadi diagnosis teratas rawat jalan dan infeksi pencernaan menjadi diagnosis teratas rawat inap. Keduanya adalah kondisi yang sebagian besar dapat dicegah melalui intervensi sederhana,” terangnya.

“Data ini bukan sekadar catatan administrasi Halodoc, ini adalah sinyal klinis yang seharusnya menjadi dasar setiap keputusan benefit kesehatan tenaga kerja di Indonesia,” tambahnya.

Dari sisi pembiayaan, laporan tersebut juga menunjukkan potensi efisiensi melalui pemanfaatan layanan digital. Halodoc for Business mencatat layanan telemedicine atau Digital Cashless Outpatient atau DCO menangani 24 persen dari seluruh kasus dengan porsi hanya 8 persen dari total biaya kesehatan.

Baca Juga: Tinggalkan Asbes Berisiko Kanker, Program Kolaborasi SKI dan Promedia Group Sukses Hadirkan Hunian Sehat

Tingkat penyelesaian kasus melalui layanan tersebut juga tercatat lebih dari 95 persen tanpa kunjungan fisik lanjutan dalam 30 hari. Sementara bagi pasien dengan kondisi kronis, penggunaan DCO disebut dapat menghasilkan penghematan biaya hingga 66,4 persen dalam periode 90 hari dibandingkan pasien yang tidak menggunakan layanan digital.

Fibriyani mengatakan pemanfaatan layanan digital tidak hanya berkaitan dengan efisiensi biaya. Menurutnya, akses yang lebih cepat juga dapat membantu karyawan memperoleh penanganan sesuai kebutuhan sehingga waktu pemulihan dan kembali bekerja dapat lebih singkat.

“Telemedicine bukan sekadar alternatif yang lebih murah. Jika dioptimalkan, hal ini tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga memastikan karyawan mendapat penanganan yang lebih cepat, relevan dengan kebutuhan, dan kembali produktif lebih cepat. Sampai hari ini, layanan DCO Halodoc for Business sudah menjangkau lebih dari satu setengah juta pengguna di lebih dari 3.000 mitra korporat, didukung lebih dari 30 mitra asuransi,” papar Fibriyani lagi.

Baca Juga: Program Ganti Atap Rumah Wartawan Resmi Diluncurkan, Promedia Group Gandeng SKI Wujudkan Hunian Sehat dan Layak

Namun, layanan kesehatan digital bukan satu-satunya pendekatan yang ditawarkan. Halodoc for Business juga mengembangkan ekosistem yang menghubungkan konsultasi, pengobatan, administrasi benefit, layanan asuransi hingga pendampingan ketika pasien harus menjalani pemeriksaan secara langsung di rumah sakit.

Dalam ekosistem tersebut, layanan telemedicine atau DCO memberikan akses konsultasi dokter selama 24 jam, pengiriman obat, serta integrasi cashless dengan asuransi atau benefit perusahaan.

Di sisi administrasi, layanan Third Party Administrator atau TPA Halodoc digunakan untuk membantu proses pengelolaan benefit dan klaim kesehatan. Teknologi kecerdasan buatan kemudian dikembangkan untuk mendukung proses tersebut melalui HILDA atau Halodoc Intelligent Digital Assistant untuk TPA.

Baca Juga: Heboh! KPK OTT Bupati Lombok Barat, 19 Orang Terjaring, Uang Ratusan Juta Disita

VP of Insurance di Halodoc, Saswat Satadal, menjelaskan teknologi tersebut dirancang untuk mendukung proses layanan kesehatan dari awal hingga akhir, termasuk ketika pasien harus menjalani perawatan secara langsung.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X