Agus Sulistriyono Ungkap Strategi Promedia Grup Hadapi AI, Ekosistem Digital Jadi Kunci Masa Depan Media

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 31 Juli 2026 | 09:30 WIB
Agus Sulistriyono mengungkap strategi Promedia Grup menghadapi gempuran AI dengan membangun ekosistem digital dan memperkuat kepercayaan publik. (Dok. Promedia)
Agus Sulistriyono mengungkap strategi Promedia Grup menghadapi gempuran AI dengan membangun ekosistem digital dan memperkuat kepercayaan publik. (Dok. Promedia)

Baca Juga: Promedia Group Gandeng Manava Collective, Perluas Program Pemberdayaan Masyarakat dan Pelatihan Vokasi

Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting bagi keberlangsungan perusahaan media. Teknologi akan terus berubah, begitu pula dengan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi.

Karena itu, Promedia Grup melihat ekosistem digital bukan hanya sebagai strategi distribusi konten, melainkan sebagai bagian dari upaya membangun model bisnis media yang lebih berkelanjutan.

Tantangan Media Ada pada Kemampuan Beradaptasi

Perubahan teknologi pada akhirnya membuat industri media harus melakukan penyesuaian secara berkelanjutan. Media dituntut mampu memahami karakter audiens sekaligus menjaga kualitas informasi yang disampaikan.

Dalam konteks tersebut, ekosistem digital memberikan ruang bagi perusahaan media untuk menjangkau masyarakat melalui berbagai pintu. Namun, perluasan kanal distribusi tetap harus berjalan bersama penguatan kualitas jurnalistik.

Baca Juga: Gencar Beritakan Dugaan Korupsi, Media Mitra Promedia Group Dihantam Serangan DDoS hingga 160 Juta Request

Agus Sulistriyono menilai masyarakat akan tetap membutuhkan informasi selama informasi tersebut memiliki nilai, akurat, dan dapat dipercaya.

Karena itu, tantangan bagi media bukan semata-mata bagaimana menghadapi AI, tetapi bagaimana menggunakan perkembangan teknologi tanpa kehilangan fondasi jurnalistik.

Bagi Promedia Grup, pengembangan ekosistem digital menjadi salah satu langkah untuk menjawab perubahan tersebut. Website, media sosial, video, kanal percakapan, dan kecerdasan buatan dapat ditempatkan dalam satu strategi distribusi yang saling melengkapi.

Pada akhirnya, ekosistem digital yang dibangun secara tepat diharapkan mampu mempertemukan kebutuhan audiens dengan kerja jurnalistik yang tetap mengedepankan verifikasi, kedekatan dengan masyarakat, dan kepercayaan publik.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X