Mediapriangan.com - Para kepala daerah di Indonesia tengah mengikuti program retret atau orientasi di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah.
Agenda ini berlangsung selama satu pekan, mulai 21 hingga 28 Februari 2025. Namun, tidak semua kepala daerah dapat hadir dalam kegiatan tersebut.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengungkapkan bahwa sekitar 53 kepala daerah absen dari acara ini.
Dari jumlah tersebut, 47 orang tidak memberikan keterangan, 5 orang berhalangan karena sakit, dan 1 orang absen karena urusan keluarga.
Kepala Daerah yang Tidak Ikut Retret akan Merugi
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian yang turut hadir ke Magelang menyatakan jika kepala daerah yang absen akan merasakan kerugiannya sendiri.
“Kalau yang nggak mengambil bagian, ya rugi sendiri nanti,” kata Mendagri Tito saat konferensi pers di Kompleks Akmil pada Sabtu, 2 Februari 2025.
Mengenai permasalahan partai yang melarang kepala daerahnya mengikuti retret, Tito mengatakan jika agenda ini dilakukan untuk keperluan masyarakat di daerahnya masing-masing.
Ditambah lagi sebagai bentuk tanggung jawab kepala daerah kepada rakyatnya.
“Karena kepala daerah kan dia dipilih oleh rakyat dan harus dipertanggungjawabkan ke rakyat lagi,” ujarnya.
“Partai hanya kendaraan untuk bisa ikut dalam pemilihan, ketika dia terpilih tanggung jawab nomor satu bukan kepada partainya,” imbuh Tito.