Fenomena ‘Kabur Aja Dulu’ Lagi Viral! Peneliti Bilang Gen Z Perlu Hadapi Realita, Bukan Cuma Kena FOBO & Overthinking

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 23 Februari 2025 | 13:41 WIB
Potret peneliti perilaku generasi muda Tanah Air di biro riset Youth Laboratory Indonesia, Dr. Muhammad Faisal.  (Instagram.com/@ketemufaisal)
Potret peneliti perilaku generasi muda Tanah Air di biro riset Youth Laboratory Indonesia, Dr. Muhammad Faisal. (Instagram.com/@ketemufaisal)

 

Mediapriangan.com - Fenomena 'Kabur Aja Dulu' tengah ramai diperbincangkan di media sosial oleh sebagian publik Tanah Air. Istilah ini mencerminkan keinginan sebagian anak muda Indonesia untuk mencari kehidupan di luar negeri.

Jika ditelusuri lebih dalam, tren ini muncul sebagai bentuk refleksi atas kondisi pasar kerja domestik yang dianggap kurang mengapresiasi talenta muda, sehingga peluang di luar negeri tampak lebih menjanjikan.

Khususnya bagi Generasi Z, fenomena ini mencerminkan tantangan yang mereka hadapi, baik dalam dunia kerja maupun kehidupan sosial, yang membuat mereka mempertimbangkan opsi untuk menetap di negara lain.

Baca Juga: Gegara Lagu ‘Bayar’, Band Sukatani Kena Intimidasi? Polri Janji Transparan, 4 Oknum Polda Jateng Mulai Diselidiki!

Dalam sebuah diskusi yang dibawakan host kenamaan Tanah Air, Helmy Yahya, muncul pertanyaan fundamental terkait fenomena 'Kabur Aja Dulu'.

Pernyataan terkait fenomena itu dilontarkan Helmy kepada peneliti perilaku generasi muda Tanah Air di biro riset Youth Laboratory Indonesia, Dr. Muhammad Faisal.

"Kita mulai dari mana jika menyoroti fenomena itu (Kabur Aja Dulu)?" tanya Helmy kepada Dr. Faisal dalam podcast Helmy Yahya Bicara yang tayang pada Senin, 17 Februari 2025.

Baca Juga: Menelusuri Dugaan Intimidasi ke Seniman, Dari Band Sukatani Tarik Lagu hingga Teater Butet yang Sempat Dilaporkan Balik

Menanggapi hal ini, Dr. Faisal menyoroti banyak anak muda saat ini lebih memilih bekerja sesuai dengan passion mereka.

Di sisi lain, peneliti muda itu menyebut konsep passion sering disalahartikan sebagai sesuatu yang hanya berorientasi pada kenyamanan.

"Jadi pada akhirnya mereka hanya mau bekerja sesuai passion. Yang sebetulnya nanti ada salah tafsir dari mengejar passion dari mengejar sesuatu yang nyaman," jelas Dr. Faisal.

Baca Juga: Gegara Lagu ‘Bayar’, Band Punk Sukatani Vs Polri Makin Panas? Intimidasi, Kritik Pedas, hingga Isu Lagu Ditarik!

Lantas, bagaimana sorotan khusus dari Dr. Faisal selaku peneliti perilaku anak muda Indonesia? Simak ulasan selengkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X