Ia juga menegaskan bahwa kunjungannya ke KPK dilakukan sebagai pribadi, bukan semata-mata sebagai menteri, tetapi sebagai suami dan kepala keluarga yang merasa wajib menjaga martabat keluarganya.
"Bagi saya, tidak ada gunanya saya sebagai menteri ini kalau saya tidak mampu menjaga kehormatan istri saya sendiri dan sebagai teladan bagi anak saya," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Maman menutup pernyataannya dengan menyatakan bahwa kehadirannya di KPK merupakan wujud transparansi dan tanggung jawab moral. Ia mengaku tidak memiliki rasa khawatir, karena merasa tidak ada kesalahan dalam perjalanan sang istri.
"Saya hadir di sini, saya bertemu dengan teman-teman, tidak ada sedikitpun kekhawatiran dalam diri saya, karena Lillahi Ta’ala itu semua tidak menggunakan fasilitas siapa pun," tutupnya.***