Mediapriangan.com - Polemik soal pembangunan kilang minyak nasional kembali memanas setelah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik tajam kepada Pertamina.
Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Senayan, Jakarta, pada 30 September 2025 lalu, Menkeu Purbaya menyebut Pertamina malas-malasan membangun kilang minyak baru, meski kebutuhan impor BBM terus meningkat.
Pernyataan tersebut langsung mengundang tanggapan dari berbagai pihak, termasuk PT Pertamina (Persero) dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Baca Juga: Praperadilan Nadiem Makarim Memanas, Harapan Bebas, Air Mata Sang Ibu dan Dukungan 12 Tokoh Nasional
Pertamina Bantah: Kilang Balikpapan Sudah 96 Persen Rampung
Menjawab tudingan Purbaya, Pertamina menegaskan bahwa mereka aktif membangun infrastruktur energi strategis. Salah satu proyek prioritas yang tengah berjalan adalah Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
“Kilang di Balikpapan sedang dibangun, akan segera selesai,” ujar Agung Wicaksono, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Jumat (3/10/2025).
Agung menambahkan, proyek yang kini telah mencapai 96 persen progres itu akan meningkatkan kapasitas produksi dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari.
“Dengan tambahan kapasitas tersebut, produksi minyak nasional akan meningkat signifikan. Kami optimis bisa mulai beroperasi tahun ini,” ujarnya.
Menurutnya, bisnis kilang membutuhkan investasi besar dan perencanaan matang, karena risikonya sangat tinggi dan persaingan global semakin ketat.
“Pertamina menjalankan dorongan pemerintah dengan hati-hati,” imbuh Agung.