Bahlil Lahadalia: Kementerian ESDM Fokus pada Pengawasan
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memilih tidak menanggapi secara langsung kritik Purbaya.
Ia menegaskan bahwa kementeriannya berperan dalam pengawasan dan percepatan proyek kilang, bukan pelaksana teknis.
“Saya tidak mau mengomentari pernyataan orang lain, silakan ditanyakan kepada orang yang mengomentari,” kata Bahlil di Kantor BPH Migas, Kamis (2/10/2025).
“Tugas saya memastikan pengawasan berjalan dan kolaborasi dengan Pertamina bisa mempercepat proyek kilang,” tambahnya.
Purbaya Sentil Impor BBM dan Janji 7 Kilang Baru
Sebelumnya, Menkeu Purbaya dalam rapat dengan DPR mengkritik keras ketergantungan Indonesia pada impor BBM yang mencapai puluhan miliar dolar per tahun.
Ia menyebut, sejak krisis 1998, Indonesia belum pernah membangun kilang baru, padahal kebutuhan energi terus meningkat.
“Kita pernah bangun kilang baru nggak? Enggak pernah. Sejak krisis sampai sekarang nggak pernah,” tegasnya di hadapan anggota DPR.
Lebih lanjut, Purbaya menyinggung janji lama Pertamina pada 2018 untuk membangun tujuh kilang baru dalam lima tahun, namun hingga kini belum ada satu pun yang terealisasi.
“Jadi nanti bapak ibu kalau bertemu Danantara lagi, minta Pertamina bangun kilang baru,” ujarnya.
Menurutnya, ketergantungan pada impor BBM menyebabkan beban subsidi energi membengkak dan berpotensi merugikan negara.
“Kilang itu bukan kita nggak bisa bikin, tapi Pertaminanya malas-malasan aja,” tambah Purbaya.
Artikel Terkait
Polemik Subsidi LPG 3 Kg, Misbakhun Tegur Menkeu Purbaya, Bahlil Singgung Soal Data yang Dinilai Salah Baca
IKN Dikebut Jadi Ibu Kota Politik 2028, Basuki Lapor ke Istana dan Menkeu Purbaya Siapkan 3 Skema Pembiayaan
Jadwal Film Bioskop Citimall Garut XXI, Tayang Tiga Film Unggulan Untuk Akhir Pekan Ini, Sabtu 4 Oktober 2025
Menkeu Purbaya Wacanakan Pemutihan Produsen Rokok Ilegal, Negara Siapkan Skema Cukai Baru yang Lebih Adil
DPD PKS Ciamis Sambangi PUI, Bahas Kolaborasi Keummatan dan Dukungan Nilai-Nilai Islam di Kabupaten Ciamis
Kasus Chromebook Rp1,98 Triliun, Nadiem Makarim Ditetapkan Tersangka, Ibunda Atika Algadri Tak Kuasa Menahan Tangis