nasional

Malang Jadi Ruang Hidup Budaya, ICCN Siapkan Indonesia Culture Festival 2026 sebagai Ekosistem Berkelanjutan

Kamis, 7 Mei 2026 | 06:39 WIB
Indonesia Culture Festival 2026 hadir di Malang. ICCN tawarkan konsep living museum untuk memperkuat ekosistem budaya dan ekonomi kreatif Indonesia. (Dok. ICCN)

 

MALANG, Mediapriangan.com - Kota Malang bersiap menjadi pusat perhatian melalui gelaran Indonesia Culture Festival 2026 yang digagas oleh ICCN (Indonesia Creative Cities Network).

Berlangsung pada 8-10 Mei 2026, festival ini mengusung visi besar untuk mengubah paradigma masyarakat terhadap kebudayaan melalui pendekatan living museum.

Alih-alih sekadar menjadi panggung pertunjukan, acara ini diproyeksikan sebagai sebuah ekosistem budaya yang menyatukan tradisi dengan inovasi tradisi.

Baca Juga: Boon Pring Jadi Sorotan, Mengupas Strategi ICCN dalam Indonesia Culture dan Creative Festival 2026

Fokus utamanya adalah membuktikan bahwa budaya merupakan sistem yang bekerja aktif dalam sendi kehidupan, ekonomi, hingga pelestarian lingkungan.

Ketua Umum ICCN, Tb. Fiki Satari, mengungkapkan bahwa Indonesia Culture Festival 2026 dirancang untuk menjadi ruang di mana warisan leluhur mengalami proses pertumbuhan yang nyata.

"Festival ini dirancang sebagai living museum Indonesia, ruang dimana budaya tidak hanya dipamerkan, tetapi dihidupkan, dialami, dipelajari, dan diwariskan secara nyata. Di sini, tradisi bertemu inovasi. Budaya bertemu kreativitas. Komunitas bertemu kolaborasi," katanya.

Baca Juga: ICCN Jakarta dan UNESA Jalin Sinergi untuk Percepat Penguatan SDM Industri Kreatif Nasional

Fiki menambahkan bahwa kegiatan ini berfungsi sebagai wadah kolektif yang menghubungkan berbagai lintas sektor, mulai dari pelaku ekonomi kreatif, UMKM, hingga teknologi dan edukasi.

"Indonesia Culture Festival A Living Museum of Indonesia. Bukan Sekadar Festival, Tetapi Ekosistem Budaya Indonesia," tambahnya.

Implementasi nyata dari konsep ini dapat dilihat di kawasan Boon Pring, Malang. Di lokasi tersebut, budaya dipraktikkan melalui tata kelola sumber daya alam dan pola interaksi sosial yang harmonis.

Baca Juga: Strategi Intel dan ICCN Bekali 158 Guru Vokasi Teknologi AI Guna Percepat Link and Match Industri Masa Depan

Ketua Yayasan Lintas Batas, Seto Hari Wibowo, menekankan pentingnya pergeseran sudut pandang ini agar publik tidak lagi melihat budaya hanya sebagai tontonan.

Halaman:

Tags

Terkini