Selain menepis isu mundur, Prasetyo juga memastikan belum ada rencana perombakan kabinet yang melibatkan posisi Menkeu maupun kementerian lainnya.
"Reshuffle? belum ada, belum ada reshuffle," tegasnya.
Meski telah dibantah oleh pemerintah, isu mundur dan pergantian Menkeu terus menjadi topik diskusi di sejumlah kalangan. Rumor tersebut muncul bersamaan dengan kondisi pasar keuangan yang tengah menjadi sorotan publik.
Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat. Di saat yang sama, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG juga mendapat perhatian karena mengalami pelemahan.
Di tengah situasi tersebut, nama Purbaya Yudhi Sadewa kembali menjadi sorotan. Bukan hanya karena rumor pergantian Menkeu, tetapi juga rekam jejaknya sejak dipercaya memimpin Kementerian Keuangan.
Jika menilik ke belakang, Purbaya Yudhi Sadewa pernah menjadi sasaran kritik kelompok mahasiswa tidak lama setelah menjabat sebagai Menkeu.
Saat itu, sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia menyampaikan tuntutan dalam aksi di depan Gedung DPR RI pada September 2025.
Aksi tersebut berkaitan dengan tuntutan rakyat yang disuarakan mahasiswa, termasuk respons terhadap pernyataan Purbaya yang saat itu menuai kontroversi.
Baca Juga: Sejumlah KL Serahkan Kembali Dana Rp3,5 Triliun, Menkeu Purbaya Soroti Serapan APBN yang Lambat
"Saya belum mempelajari itu, saya basically begini, itu kan suara sebagian rakyat kecil kita," kata Menkeu Purbaya pada 8 September 2025.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari kalangan mahasiswa. Mereka menilai komentar yang disampaikan Purbaya Yudhi Sadewa kurang mencerminkan sensitivitas terhadap aspirasi masyarakat.
Kepala Kajian Strategis BEM UI, Diallo Hujanbiru, menjadi salah satu pihak yang menyampaikan kritik secara terbuka dalam aksi tersebut.
"Baru 1 hari dia (Purbaya) menjabat sebagai menteri dia sudah langsung menyatakan pernyataan yang luar biasanya mengecewakan," kata Diallo saat aksi tersebut.***