nasional

Gencar Beritakan Dugaan Korupsi, Media Mitra Promedia Group Dihantam Serangan DDoS hingga 160 Juta Request

Selasa, 23 Juni 2026 | 14:32 WIB
Ilustrasi - Serangan DDoS menimpa media mitra Promedia Group. Dugaan korupsi disebut menjadi salah satu fokus artikel yang diserang.

BANDUNG, Mediapriangan.com - Gelombang serangan siber yang menargetkan sejumlah media mitra dalam ekosistem Promedia Group memicu kekhawatiran terhadap kebebasan pers dan hak publik untuk memperoleh informasi. Dalam sepekan terakhir, serangan DDoS tercatat menghantam sedikitnya delapan media yang tergabung dalam jaringan tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun, serangan DDoS tidak hanya mengarah ke halaman utama situs, tetapi juga terindikasi menyasar artikel tertentu yang memuat pemberitaan mengenai dugaan korupsi. Kondisi itu membuat manajemen Promedia Group menilai terdapat pola yang perlu dicermati lebih jauh.

Media mitra yang terdampak antara lain Riausatu.com, Sawitku.id, Jatimnetwork.com, Suara Merdeka Solo, Berita Senator, Kabarindo, Alifnews, dan Poros Jakarta.

Baca Juga: CEO Promedia Group Usul Reformulasi MBG, Libatkan UMKM dan Dapur Nusantara untuk Perkuat Ekonomi Daerah

CEO Promedia Group Agus Sulistriyono menyatakan bahwa pola serangan yang terjadi tidak dapat dianggap sebagai gangguan teknis biasa. Menurutnya, ada indikasi serangan siber tersebut berkaitan dengan konten pemberitaan tertentu yang diterbitkan sejumlah media mitra.

"Kami melihat ada pola yang patut diduga berkaitan dengan pemberitaan tertentu. Kalau ada pihak yang keberatan terhadap sebuah berita, tempuh mekanisme pers. Hubungi redaksi, gunakan hak jawab, atau komunikasikan dengan Promedia. Jangan menggunakan cara-cara kriminal," kata Agus di Bandung, Selasa 23 Juni 2026.

Agus menegaskan, Promedia Group bertanggung jawab terhadap sistem teknologi informasi yang digunakan seluruh media mitra dalam ekosistemnya. Karena itu, pihak yang merasa keberatan terhadap suatu pemberitaan dapat menempuh jalur yang telah diatur dalam mekanisme pers tanpa harus melakukan serangan DDoS atau bentuk tekanan lainnya.

Baca Juga: Latih Mahasiswa Jadi Jurnalis Warga, Promedia Group Sukses Gelar BRI CoreLab 2026 di Kampus UNJ Jakarta

Menurutnya, keberadaan kebebasan pers harus tetap dijaga agar masyarakat memperoleh akses informasi yang akurat dan berimbang.

Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi Promedia Group, Rahmad Maulana, mengungkapkan bahwa volume serangan siber yang masuk dalam tujuh hari terakhir mencapai angka yang sangat besar.

Selama periode tersebut, tercatat lebih dari 160 juta request membanjiri sejumlah server media mitra. Salah satu serangan terbesar dialami Poros Jakarta yang menerima sekitar 32 juta request dalam satu gelombang serangan pada Senin, 22 Juni 2026.

Baca Juga: Tinggalkan Asbes Berisiko Kanker, Program Kolaborasi SKI dan Promedia Group Sukses Hadirkan Hunian Sehat

"Serangan DDoS dilakukan dengan membanjiri server menggunakan sejumlah besar request secara simultan. Tim kami telah mendokumentasikan seluruh jejak digital serangan dan terus melakukan mitigasi untuk memastikan layanan media tetap berjalan normal," kata Rahmad.

Ia menjelaskan bahwa tim teknologi informasi terus melakukan pemantauan dan penguatan sistem guna menjaga operasional media mitra tetap berjalan meski berada di bawah tekanan serangan siber.

Halaman:

Tags

Terkini