BATAM, Mediapriangan.com - Keberadaan Gerai Kopdes di Pulau Buluh Batam kembali menjadi perhatian setelah aktivitas perdagangan di lokasi tersebut terhenti. Gerai yang sebelumnya menjadi bagian dari program Koperasi Merah Putih itu diketahui tidak lagi beroperasi, meski belum genap satu tahun sejak diresmikan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai keberlanjutan operasional koperasi di wilayah tersebut. Di tengah sorotan warga, persoalan modal terbatas disebut menjadi salah satu faktor yang membuat kegiatan usaha koperasi belum mampu berjalan secara optimal.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, mengatakan sejak awal pemerintah daerah telah berupaya memfasilitasi koperasi yang berada di wilayah tersebut.
Fasilitasi itu dilakukan untuk membuka akses kemitraan, terutama dalam penyediaan kebutuhan pokok masyarakat dan distribusi gas.
Namun, aktivitas usaha tersebut ternyata berjalan ketika bangunan fisik Gerai Kopdes belum tersedia secara permanen.
"Awalnya walaupun gerainya belum jadi, mereka sudah mulai beroperasi," ungkap Salim dikutip dalam keterangannya, pada Jumat, 24 Juli 2026.
Menurut Salim, pemerintah sebelumnya turut membantu membuka kemitraan agar koperasi dapat menjalankan kegiatan usaha sejak awal.
"Waktu mulai itu kita fasilitasi kemitraan untuk penyediaan sembako maupun gas," sambungnya.
Operasional Mengandalkan Simpanan Anggota
Persoalan permodalan kemudian menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Gerai Kopdes Pulau Buluh.
Ketika koperasi mulai menjalankan kegiatan usahanya, dukungan dana dari pemerintah maupun skema pembiayaan lain belum diterima.
Kondisi itu membuat operasional koperasi masih bergantung pada sumber dana internal yang berasal dari para anggotanya.