Sebelumnya, kondisi Gerai Kopdes Pulau Buluh Batam juga menjadi perhatian setelah sejumlah warga membicarakan keberadaannya di media sosial. Gerai tersebut disebut menempati bangunan yang berada di atas lahan milik warga.
Berdasarkan informasi yang beredar, bangunan tersebut memiliki ukuran relatif kecil dengan konstruksi berbahan kayu. Aktivitas di lokasi itu kini disebut telah berhenti.
Seorang warga yang keterangannya dikutip dari unggahan Instagram @kilaskepri pada Jumat, 24 Juli 2026, menyebut gerai tersebut tidak lagi digunakan untuk aktivitas usaha.
"Tutup karena dipakai rumah orang," ujar seorang warga.
"Katanya harus punya gedung sendiri di tanah pemerintah," imbuhnya.
Informasi mengenai kondisi bangunan tersebut kemudian memunculkan dugaan bahwa persoalan tempat usaha turut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keberlangsungan Koperasi Merah Putih di Pulau Buluh.
Meski demikian, pemerintah menyebut pembangunan gerai koperasi masih menjadi bagian dari proses pengembangan program secara keseluruhan.
64 Kelurahan di Batam Sudah Memiliki Koperasi
Di tengah persoalan yang terjadi di Pulau Buluh, program Kopdes Merah Putih Batam secara keseluruhan terus berjalan.
Salim menyebut seluruh kelurahan di Kota Batam telah memiliki koperasi yang dibentuk sesuai jumlah wilayah administrasi tersebut.
"Jumlahnya 64 koperasi, sesuai dengan jumlah kelurahan di Kota Batam," sebutnya.
Namun, keberadaan koperasi tidak serta-merta berarti seluruh gerai telah memiliki bangunan dan fasilitas operasional yang lengkap.
Baca Juga: Aturan Kopdes Merah Putih Rampung, Zulhas Targetkan 15.000 Koperasi Desa Beroperasi Bulan Ini
Artikel Terkait
Menjelang Ajal Karya Sutradara Hadrah Daeng Ratu Tayang Perdana Hari Ini, Cek Jadwal Tayang di Bioskop-bioskop Batam
Menkeu Purbaya Ungkap Aduan Masyarakat, Dari Dugaan Penyelundupan Garmen Batam hingga Penagihan Pajak Dini Hari
Driver ojol Batam Meninggal Dunia di Atas Motor, Ditemukan Tertunduk saat Bekerja Malam
Cemburu Berujung Maut, Polisi Ungkap Kronologi Pembunuhan Berencana di Batam yang Diawali Pengintaian
Pengakuan JPU Kejari Batam Jadi Sorotan, Muhammad Arfian Akui Keliru dalam Kasus ABK Sea Dragon di DPR
Gebrakan Pemimpin Perempuan, Li Claudia Chandra Sabet KWP Award 2026 atas Inovasi di Kota Batam