JAKARTA, Mediapriangan.com - Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan tidak selalu menjadi alasan untuk berhenti bercocok tanam. Melalui urban farming, masyarakat dapat memanfaatkan ruang yang tersedia di sekitar rumah untuk menghasilkan sayuran secara mandiri.
Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah hidroponik sistem sumbu atau wick system. Teknik ini dinilai cocok bagi masyarakat yang memiliki lahan sempit karena tidak membutuhkan instalasi kompleks maupun perangkat pompa.
Kepala Pusat Studi Pertanian Perkotaan Universitas Trilogi, Warid, mengatakan hidroponik sistem sumbu termasuk metode yang mudah dipelajari, terutama bagi masyarakat yang baru ingin memulai kegiatan urban farming.
Baca Juga: Bapperida Ciamis Luncurkan KMS CERDAS, Dorong Tata Kelola Pengetahuan Berbasis Data
"Hidroponik sistem sumbu atau wick system menjadi salah satu metode bercocok tanam yang paling mudah diterapkan masyarakat. Selain tidak membutuhkan pompa maupun instalasi yang rumit, metode ini juga hemat biaya karena dapat memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di sekitar kita," kata Warid kepada Panennews.com, anggota Promedia Group, di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Dalam hidroponik sistem sumbu, air dan larutan nutrisi tidak dialirkan menggunakan pompa. Kebutuhan tanaman disalurkan melalui kain yang berfungsi sebagai sumbu dari wadah air menuju media tanam dan akar.
Konsep tersebut membuat hidroponik sistem sumbu relatif sederhana dibandingkan sejumlah metode hidroponik lainnya. Peralatan yang dibutuhkan pun dapat disesuaikan dengan kondisi rumah, sehingga metode ini berpeluang diterapkan oleh masyarakat dengan lahan sempit.
Baca Juga: Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga Tasikmalaya, Bahan Pokok Dijual di Bawah Harga Pasar
Menurut Warid, penerapan urban farming melalui metode tersebut juga memiliki manfaat lain. Masyarakat dapat memanfaatkan barang yang sudah tidak digunakan, seperti galon plastik, sebagai bagian dari wadah budidaya tanaman.
Pemanfaatan barang bekas tersebut membuat kegiatan bercocok tanam tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi limbah.
"Kami berharap semakin banyak masyarakat yang mulai memanfaatkan pekarangan rumah, sekecil apa pun lahannya. Dengan cara yang sederhana, keluarga tetap bisa menghasilkan sayuran segar secara mandiri," ujarnya.
Baca Juga: BTPN Syariah Bukukan Laba Bersih Rp655 Miliar, Fokus Ultra Mikro Terus Diperkuat
Penerapan hidroponik sistem sumbu dapat dilakukan dengan membagi wadah menjadi dua bagian. Bagian bawah digunakan sebagai tempat air yang telah dicampur larutan nutrisi, sedangkan bagian atas menjadi ruang untuk media tanam.
Media seperti sekam bakar atau cocopeat dapat digunakan untuk menopang tanaman. Kain flanel ditempatkan sebagai penghubung antara larutan nutrisi dan media tanam agar kebutuhan air serta nutrisi dapat diserap secara bertahap menuju akar.