Hidroponik Sistem Sumbu Jadi Pilihan Urban Farming di Lahan Sempit, Murah dan Mudah untuk Pemula

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 29 Juli 2026 | 20:05 WIB
Hidroponik sistem sumbu menjadi pilihan urban farming di lahan sempit. Murah, sederhana, dan mudah diterapkan untuk menghasilkan sayuran segar di rumah. (Foto: Dok. Universitas Trilogi)
Hidroponik sistem sumbu menjadi pilihan urban farming di lahan sempit. Murah, sederhana, dan mudah diterapkan untuk menghasilkan sayuran segar di rumah. (Foto: Dok. Universitas Trilogi)

Dengan pola tersebut, lahan sempit di pekarangan rumah tetap dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai komoditas hortikultura. Tanaman yang dapat dibudidayakan antara lain selada, pakcoy, kangkung, bayam, cabai, tomat, hingga terong.

Baca Juga: BRI Jadi Motor Program 3 Juta Rumah, KPR Subsidi Tembus 77.592 Unit

Pengenalan urban farming menggunakan hidroponik sistem sumbu juga dilakukan melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Trilogi.

Mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Trilogi, Tsabbit Aqdaamii' Arsyan, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya memberikan penjelasan mengenai konsep urban farming, tetapi juga mengajak masyarakat mempraktikkan pembuatannya secara langsung.

"Kami tidak hanya mengenalkan konsep urban farming, tetapi juga mengajak warga mempraktikkan langsung pembuatan hidroponik sistem sumbu agar mereka bisa menerapkannya sendiri di rumah," kata Tsabbit.

Baca Juga: Turun di Stasiun Bandung? Ini 4 Rekomendasi Wisata Kuliner yang Wajib Dicoba  

Menurut Tsabbit, respons masyarakat terhadap praktik hidroponik sistem sumbu cukup positif. Kesederhanaan teknik dan kebutuhan modal yang relatif kecil menjadi salah satu alasan metode tersebut mudah diterima.

"Warga sangat antusias mengikuti praktik pembuatan hidroponik sistem sumbu. Harapannya, pengetahuan ini tidak berhenti saat kegiatan KKN selesai, tetapi dapat terus diterapkan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga," ujarnya.

Bagi masyarakat perkotaan, urban farming melalui hidroponik sistem sumbu membuka peluang untuk memanfaatkan ruang yang sebelumnya dianggap tidak produktif. Pekarangan kecil, teras, maupun sudut rumah dapat diubah menjadi area budidaya tanaman dengan menyesuaikan wadah dan kebutuhan tanaman.

Baca Juga: Indosat Cetak Kinerja Kuat Semester Pertama 2026, Strategi AI Jadi Motor Pertumbuhan Baru

Pemanfaatan lahan sempit untuk bercocok tanam juga dapat menjadi langkah sederhana dalam membangun ketahanan pangan keluarga.

Sayuran yang ditanam sendiri dapat menjadi sumber pangan tambahan sekaligus memberikan pengalaman baru bagi keluarga dalam mengelola kebutuhan pangan.

Selain itu, hidroponik sistem sumbu dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat yang ingin mengenal kegiatan pertanian tanpa harus memiliki lahan luas. Kesederhanaan alat dan proses pemeliharaan membuat metode ini lebih mudah dipelajari oleh pemula.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X