Dengan pola tersebut, lahan sempit di pekarangan rumah tetap dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai komoditas hortikultura. Tanaman yang dapat dibudidayakan antara lain selada, pakcoy, kangkung, bayam, cabai, tomat, hingga terong.
Baca Juga: BRI Jadi Motor Program 3 Juta Rumah, KPR Subsidi Tembus 77.592 Unit
Pengenalan urban farming menggunakan hidroponik sistem sumbu juga dilakukan melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Trilogi.
Mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Trilogi, Tsabbit Aqdaamii' Arsyan, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya memberikan penjelasan mengenai konsep urban farming, tetapi juga mengajak masyarakat mempraktikkan pembuatannya secara langsung.
"Kami tidak hanya mengenalkan konsep urban farming, tetapi juga mengajak warga mempraktikkan langsung pembuatan hidroponik sistem sumbu agar mereka bisa menerapkannya sendiri di rumah," kata Tsabbit.
Baca Juga: Turun di Stasiun Bandung? Ini 4 Rekomendasi Wisata Kuliner yang Wajib Dicoba
Menurut Tsabbit, respons masyarakat terhadap praktik hidroponik sistem sumbu cukup positif. Kesederhanaan teknik dan kebutuhan modal yang relatif kecil menjadi salah satu alasan metode tersebut mudah diterima.
"Warga sangat antusias mengikuti praktik pembuatan hidroponik sistem sumbu. Harapannya, pengetahuan ini tidak berhenti saat kegiatan KKN selesai, tetapi dapat terus diterapkan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga," ujarnya.
Bagi masyarakat perkotaan, urban farming melalui hidroponik sistem sumbu membuka peluang untuk memanfaatkan ruang yang sebelumnya dianggap tidak produktif. Pekarangan kecil, teras, maupun sudut rumah dapat diubah menjadi area budidaya tanaman dengan menyesuaikan wadah dan kebutuhan tanaman.
Baca Juga: Indosat Cetak Kinerja Kuat Semester Pertama 2026, Strategi AI Jadi Motor Pertumbuhan Baru
Pemanfaatan lahan sempit untuk bercocok tanam juga dapat menjadi langkah sederhana dalam membangun ketahanan pangan keluarga.
Sayuran yang ditanam sendiri dapat menjadi sumber pangan tambahan sekaligus memberikan pengalaman baru bagi keluarga dalam mengelola kebutuhan pangan.
Selain itu, hidroponik sistem sumbu dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat yang ingin mengenal kegiatan pertanian tanpa harus memiliki lahan luas. Kesederhanaan alat dan proses pemeliharaan membuat metode ini lebih mudah dipelajari oleh pemula.***
Artikel Terkait
Kronologi Prajurit TNI Tewas Ditikam di Tangerang, Berawal dari Antrean Sate Taichan hingga Dikejar Bermotor
Dari Cangkul ke Semi Hotmix, Kekompakan TNI-Polri dan Warga Ubah Jalan Desa di Tasikmalaya
Cuaca Dingin Picu Penyakit Saluran Pernapasan di Tasikmalaya, Dinkes Minta Warga Waspadai Asma dan Alergi
Kejagung Ungkap Chat Lodewyk Pusung dengan Istri Jadi Bukti Elektronik Kasus Korupsi MBG
Rumput Hijau Situgede Jadi Magnet Wisatawan, Area Wisata Situgede Ramai Meski Air Surut
AKBP Andik Eko Siswanto Resmi Jadi Kapolres Tasikmalaya Kota, Sertijab Tandai Babak Baru Kepemimpinan