Mediapriangan.com - Aktivitas berjalan di atas bara api dalam sebuah kegiatan yang diduga menjadi bagian dari pelatihan calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan menuai perhatian publik. Rekaman kegiatan tersebut beredar luas di media sosial dan memunculkan pertanyaan mengenai tujuan pelatihan.
Video yang memperlihatkan aksi firewalk itu diunggah melalui akun Instagram @melaniesubono pada Jumat, 31 Juli 2026. Dalam rekaman, sejumlah peserta terlihat berjalan melewati bara api dengan didampingi pemandu.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana yang disertai semangat kelompok. Para peserta juga terdengar meneriakkan yel-yel "Jamsostek, Jamsostek, Jamsostek, Jaya!" saat mengikuti rangkaian kegiatan.
Baca Juga: Megawati dan Jordan Wilson ke Jeju, Hyundai Hillstate Siapkan Duet Baru Jelang V League 2026/2027
Dalam salah satu bagian video, seorang peserta melaporkan bahwa dirinya telah menyelesaikan tantangan firewalk.
"Lapor! telah selesai melakukan firewalk. Laporan selesai!" ujar salah seorang peserta dalam momen yang menegangkan itu.
Kemunculan video itu kemudian mengundang perdebatan mengenai relevansi pelatihan berjalan di atas bara api dengan pekerjaan calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan.
Sejumlah pertanyaan publik mengarah pada manfaat kegiatan tersebut terhadap kemampuan yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas.
Baca Juga: Soto Kuning Bogor Legendaris, Soto Pak Salam Jadi Kuliner yang Wajib Dicoba Wisatawan
Sorotan semakin meluas setelah Melanie Subono mempertanyakan alasan kegiatan firewalk tersebut dikaitkan dengan kemampuan yang diperlukan calon pegawai.
"Skill penting calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan harus bisa jalan di atas api.. Kira-kira berapa budget pelatihan ini?" tulis Melanie dalam unggahannya.
Perdebatan mengenai firewalk juga tidak lepas dari persoalan keselamatan. Aktivitas berjalan di atas bara api dinilai memiliki risiko tersendiri sehingga publik mempertanyakan apakah kegiatan tersebut benar-benar dibutuhkan dalam proses pembentukan kompetensi calon pegawai.
Pertanyaan serupa turut disampaikan Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar. Ia menilai kegiatan tersebut tidak memiliki keterkaitan yang jelas dengan pekerjaan yang nantinya dijalankan oleh calon pegawai.