Simak! Solusi dari Menteri BUMN Erick Thohir Supaya Ekosistem Media di Indonesia Lebih Sehat

photo author
Asep Budi Karyana, Media Priangan
- Rabu, 15 Februari 2023 | 00:15 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menerima lukisan, dalam acara peresmian JPP. (Foto: Doc. Tim Bisnis Promedia)
Menteri BUMN Erick Thohir menerima lukisan, dalam acara peresmian JPP. (Foto: Doc. Tim Bisnis Promedia)

Mediapriangan.com - Promedia Teknologi Indonesia meresmikan Jaringan Pemred Promedia (JPP) pada Selasa 14 Februari 2023 di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat.

Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Dalam kesempatan itu, Dia mengajak para pelaku media memperbaiki ekosistem di industri media agar lebih sehat dan sustain.

“Salah satu indikasi kesehatan ekosistem media adalah besarnya aliran keuntungan yang mengarah ke pelaku industri di dalam negeri. Saat ini, keuntungan terbesar di industri media masih disedot oleh para pemilik platform asing”, ujar Erick disela-sela diskusi Launching Jaringan Pemred Promedia (JPP).

Baca Juga: Menteri BUMN Erick Thohir dan Menparekraf Sandiaga Uno, Hadiri Acara Peresmian Jaringan Pemred Promedia

Menurutnya, membangun ekosistem pada sebuah industri merupakan satu hal yang sedang gencar dilakukan di Indonesia dalam beberapa tahun belakang ini.

"Yuk kita dorong ekosistem digital ekonomi dengan payung hukum yang jelas, dan berpihak kepada Indonesia," ajak Erick.

Indonesia harus memiliki keberanian yang sama dengan negara lain di dunia yang memberikan ulasan kepada para pemilik platform digital yang dianggap tidak berpihak kepada ekosistem nasionalnya. Hal ini sudah dilakukan oleh Amerika Serikat yang memberikan review kepada TikTok.

Baca Juga: Pasca COVID 19 Industri Pariwisata Indonesia Bangkit Lagi, Sandiaga Uno: Saya Berterima Kasih kepada Media

"Kenapa kita tidak bisa?, mau sampai kapan sebagai bangsa besar market kita digerogoti oleh bangsa asing terus," ujarnya.

Menurut Erick, keberadaan platform asing harus diatur agar mau masuk sebagai bagian dari ekosistem digital Indonesia. Ini ditujukan agar lapangan kerja tercipta secara maksimal di dalam negeri.

"(Di industri media), yang belum kita sadari, ekosistem iklannya sendiri tidak di sini (Indonesia). Sebanyak 80 persen iklan digital itu ada di Facebook, Google, dan Tik Tok. Kita selalu dilema, dan terjebak dengan ekosistem yang dibuat orang lain. Kita tidak punya ekosistem sendiri," tegas Erick.

Baca Juga: PWI Kabupaten Ciamis Gelar Tasyakur dan Munajat Pers, Wakil Bupati Ciamis: Selamat Hari Pers Nasional 2023

Jika industri media sukses, maka industri lain pun bisa sukses juga. Salah satunya adalah industri games lokal, yang menurut Erick, sedang tidak baik - baik saja.

"Sebanyak 9 milliar USD pergi ke luar negeri. Tidak ada game lokal (yang menerima manfaat). Secara industri, (industri games lokal itu) seperti tumbuh, tetapi secara transaksi tidak," kata Erick.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Asep Budi Karyana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X